Di Dalam ASI, Ada Sel-sel Kekebalan ILC

MEPNews.id – Satu lagi alasan mengapa bayi sangat layak mendapat air susu ibu. Ternyata, sel-sel kekebalan yang siap tempur menghadapi bibit penyakit ditemukan di dalam ASI. Kehadiran sel-sel limfoid bawaan (ILC) dalam ASI itu menambah lebih banyak bukti tentang manfaat menyusui.

Sebagaimana dilaporkan di jurnal JAMA Pediatrics dan dirilis ScienceDaily edisi 3 Mei 2018, manfaatnya besar. Untuk jangka pendek, ILC membantu melindungi bayi baru lahir dari infeksi. Jangka panjang, bayi mengembangkan sistem kekebalan sendiri setelah aman berkat perlindungan ILC.

“Kami mencari sumber yang dapat memberikan perlindungan kekebalan pada bayi saat ia sedang mengembangkan sistem kekebalannya sendiri,” kata Dr Jack Yu, kepala bedah plastik pediatrik di Medical College of Georgia (MCG) di Augusta University, Amerika Serikat.

“Kami pikir, sel-sel ILC membantu memberikan perlindungan kekebalan garis depan pada bayi,” kata Dr Jatinder Bhatia, kepala Bagian Neonatologi dan wakil kepala penelitian klinis di Departemen Pediatrics di MCG.

“Sel-sel ini bagian hulu dari respon imun. Mereka dapat memulai dan mengembangkan respon imun,” tambah Dr. Babak Baban, ahli imunologi di Departemen Biologi Oral di Dental College of Georgia di Augusta University dan di Departemen Bedah MCG.

Mereka menemukan semua dari tiga kelas ILC dalam ASI segar. Tipe 1 adalah yang paling lazim ditemukan. Dalam studi paralel terhadap tikus, sel-sel itu tidak hanya dipindahkan ke bayi lewat menyusui tetapi mereka juga bisa bertahan di usus setidaknya beberapa hari.

Para peneliti kini mempelajari lebih lanjut tentang apa yang terjadi pada ILC begitu sampai di usus bayi. Bagaimana mereka menyesuaikan microbiome bayi yang membantu pencernaan dan perlindungan infeksi, yang biasanya sangat mirip dengan microbiome ibu menyusui. “Saat dilahirkan, bayi langsung membangun microbiome,” kata Yu.

Temuan awal mereka, termasuk studi parallel terhadap tikus, menunjukkan ILC adalah pemain dalam konstruksi microbiome. “Tipe ILC3, yang membantu membentuk lapisan mukosa pelindung usus dan merespon microbiome ketika berkembang, pasti memiliki peran,” kata Baban.

Para peneliti berpikir, ILC dalam ASI juga bisa menjadi cara untuk melindungi ibu dari infeksi saat bayi menyusu. Sel-sel ini bahkan dapat menjadi bagian dari dinamika yang memungkinkan kandungan ASI berubah untuk membantu bayi mengatasi infeksi tersebut. “Ada semacam umpan balik,” kata Yu.

Beberapa sel imun, antara lain leukosit (sel darah putih lain yang melawan infeksi), jumlahnya meningkat dalam ASI sebagai respons terhadap infeksi pada bayi. Namun, para peneliti belum tahu apakah ILC yang baru ditemukan juga melakukan hal yang sama. Mereka menduga ILC adalah bagian dari sinyal pada ibu bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan bayinya.

Semua jenis ILC diketahui berlokasi dalam jaringan di seluruh tubuh bayi selama perkembangan. Mereka tampak bersiap namun tidak aktif, karena menunggu sistem kekebalan yang sudah berkembang untuk berkomunikasi.

“Jika belum berkembang betul, sel-sel kekebalan ini seperti komando sentral di setiap jaringan tapi tanpa tentara,” kata Baban. “Nah, ILC yang disalurkan lewat ASI dapat membantu menyediakan para tentara itu.”

Para ilmuwan baru mempelajari ILC dalam sekitar satu dekade. Ternyata, ILC berperan penting dalam menghadapi peradangan, meningkatkan imunitas dan dalam homeostasis jaringan. ASI mengandung jutaan sel, termasuk banyak jenis sel kekebalan. Tapi, kata Yu, “Tampaknya baru pertama kali ini ILC dilaporkan berada di antara jenis sel itu.”

Populasi sel imun terbesar dalam ASI adalah makrofag yang secara harfiah berarti ‘pemakan besar.’ Makrofag adalah kelompok terbesar dari sel-sel darah putih sehingga jauh lebih dipelajari daripada ILC. Makrofag dikenal karena kemampuan untuk menyikat hal-hal yang tidak diinginkan antara bakteri, virus dan jaringan tubuh mati, juga dapat membantu meredakan peradangan.

ILC, meskipun dalam keadaan selalu siap tempur, tidak melakukan penyerangan secara langsung. Kata Baban, ILC mengirim sitokin yakni protein penting dalam sinyal sel untuk memberi tahu pada makrofag apa yang harus dilakukan.

Bhatia, yang mengepalai American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition, adalah penganjur ibu menyusui, termasuk untuk bayi-bayi prematur di ICU neonatal di Rumah Sakit Anak-Anak Georgia. Bhatia mencatat, susu formula saat ini makin dekat meniru ASI, antara lain mengandung asam lemak omega 3, DHA yang terkait perkembangan otak, dan protein laktoferin yang membantu transportasi zat besi, serta memiliki sifat anti-infeksi. Masalahnya, menurut para peneliti, ILC dan sel-sel bermanfaat lainnya dapat bertahan di lingkungan asam di lambung namun tidak bisa bertahan dalam lemari pendingin.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.