Dongeng; Kalajengking Pendusta dan Kodok

MEPNews.id – Pada suatu hari yang cerah, seekor kalajengking hendak pergi ke negeri seberang sungai. Sang hewan pemilik racun mematikan itu pergi menyusuri sungai untuk mencari perahu yang bisa dipakai menyeberang.

Kalajengking adalah hewan tanah kering yang tidak bisa berenang, apalagi menyelam. Ia butuh bantuan untuk bisa menyeberangi sungai yang dalam. Namun, tidak ada satu pun perahu yang ia temukan.

Di tengah perjalanan menyusuri sungai, Kalajengking bertemu Kodok. Kalajengking kemudian berpikir untuk meminta bantuan.

“Hai Kodok,” ujar Kalajengking dengan suara manis. “Aku perlu bantuanmu untuk menyeberang sungai. Maukah kau membantu?”

Kodok tampak terkejut lalu memandang Kalajengking dengan heran. “Yang benar saja? Bisa-bisa kau menyengatku dengan ekormu dan aku akan mati saat menyeberang sungai.”

Kalajengking tertawa. “Mana mungkin aku akan menyengatmu. Aku ada perlu di seberang sungai. Jika aku menyengatmu, bagaimana aku bisa sampai di sana? Lagipula aku bisa mati karena tidak bisa berenang.”

Kodok tidak puas, lalu kembali bertanya. “Bagaimana jika sudah sampai di daratan seberang sungai? Kau bisa saja tiba-tiba menyengatku kan?”

Kalajengking menjawab, “Tentu saja tidak. Sekalipun aku memang bisa menyengatmu, tetapi itu tidak adil karena kau telah mengantarkan aku menyeberangi sungai. Aku tidak akan sejahat itu.”

Kodok yang tadi tampak ragu akhirnya mengalah. Ia berbaik hati mengizinkan Kalajengking naik ke punggungnya. Kemudian ia berenang menyeberangi sungai.

Tetapi apa yang terjadi? Belum lagi mereka sampai ke daratan, Kalajengking tiba-tiba menancapkan sengatnya pada punggung Si Kodok.

Dengan terbata-bata, karena tubuhnya mulai terasa sangat sakit, Kodok berkata, “Kau…kau pendusta. Kau bilang tidak akan menyengatku.”

“Maafkan aku, Kodok. Tapi ini caraku. Ini kebiasaanku!” ujar Kalajengking tanpa rasa bersalah.

Akhirnya Kodok mati dan tenggelam akibat racun yang menyebar seluruh tubuhnya. Tentu saja, Kalajengking lalu terjatuh ke sungai dan kemudian mati dalam derasnya aliran sungai akibat kebohongan dan kebodohannya sendiri.

Kisah ini bisa menjadi pelajaran betapa janji itu harus ditepati. Melanggar janji pada satu pihak tidak akan menguntungkan siapa pun, bahkan bisa merugikan orang lain yang sudah percaya pada janji yang terucap. Jangan menjanjikan apapun bila Anda tidak yakin akan menepatinya.

 

(Dongeng ini pernah dimuat di ceritamotivasiterupdate.blogspot.co.id dan sedikit diedit bahasanya)

Facebook Comments

POST A COMMENT.