5 Komponen Utama Literasi Keuangan

MEPNews.id – Belakangan ini, literasi keuangan makin disadari pentingnya. Para pendidik, bahkan hingga di level PAUD, menyisipkan prinsip-prinsip literasi keuangan pada peserta didik. Tujuannya agar kelak anak didik mengenal uang dan bisa mengeloanya dengan baik.

Elizabeth Hoyt, menulis di FastWeb edisi 20 Maret 2018, mengungkapkan ulasan majalah Forbes tentang lima komponen kunci kehidupan di mana siswa dari segala usia belum mendapatkan cukup pengetahuan.

Dilaporkan Forbes, 17 dari 50 negara bagian di Amerika Serikat mengharuskan siswa sekolah menengah mengambil kursus literasi keuangan. Kursus-kursus ini terbukti memiliki dampak langsung pada kemampuan siswa membuat keputusan bijak soal keuangan. Plus, siswa lebih mungkin menghemat uang, menganggarkan secara bijak, dan berinvestasi lebih cerdas.

Lima konsep kunci, seperti yang didaftar Forbes, untuk meningkatkan literasi keuangan adalah;

  1. Dasar-Dasar Penganggaran

Menciptakan dan menjaga anggaran adalah aspek paling mendasar untuk literasi keuangan. Di zaman modern ini, untuk membuat anggaran, ada bantuan situs web dan aplikasi antara lain Mint.com. Berkat piranti yang mudah digunakan ini, siapa saja bisa mendapatkan bantuan menjaga keuangan tetap di jalurnya. Ketika digunakan dengan tepat, aplikasi semacam ini membuat siswa tahu ke mana uang pergi.

Tanpa paham konsep ‘anggaran’ dan mengikuti dengan benar, sulit untuk memastikan siswa bertanggung jawab dari mana uang berasal dan apa yang akan terjadi. Maka, menguasai dasar-dasar penganggaran adalah tahap awal bagi setiap pembelajaran manajemen keuangan.

  1. Dampak Bunga

Zaman sekarang, nyaris tidak ada yang gratis. Konsep ‘bunga’, meski dalam agama tertentu tidak diperbolehkan, itu bisa muncul dalam praktik keuangan sehari-hari. Modelnya bisa riba dan bisa tidak dianggap riba.

Maka, untuk literasi keuangan, siswa perlu memahami konsep ‘bunga’ dan berbagai aspeknya. Antara lain, bunga majemuk. Ini bisa membuat siswa bijak dalam menabung sekaligus bijak dalam meminjam. Jangan sampai meminjam dalam jumlah kecil tapi membayar lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk tahun-tahun mendatang. Memahami seluk-beluk ‘bunga’ dapat memengaruhi kebijaksanaan dalam mengelola keuangan.

  1. Cerdas dengan Menabung

Jelas, menabung itu aspek penting dalam menjaga keuangan yang sehat. Namun, sebagian besar siswa tidak terlalu memprioritaskan aspek ini. Saat masih sekolah, terkesan wajar jika siswa mengabaikan masalah ‘pensiun’ karena tampak sangat jauh di masa depan. Namun, belajar untuk disiplin hemat lebih awal dapat membantu mendapatkan pengetahuan, latihan, dan keterampilan yang bisa gunakan sepanjang hidup.

Pemula dapat mulai menjalankan konsep ‘menabung’ ini dalam arti paling sederhana, misalnya menabung uang untuk beli barang yang mereka inginkan. Maka, menabung untuk mencapai tujuan tertentu adalah kunci dari kedisiplinan. Siswa perlu memahami bahwa ada banyak nilai yang didapat saat mengendalikan nafsu belanja di awal dan rasa bahagia saat mencapai yang diinginkan di akhir. Menabung juga bisa memberi ketenangan pikiran. Caranya ya dengan latihan, ketekunan dan kesabaran.

  1. Tentang Ditagih Utang

Sekali berutang untuk tujuan sekadar konsumtif, maka akan timbul spiral kemerosotan keuangan jika tidak segera dipotong. Jika utangnya di lembaga keuangan, orang akan cenderung lebih mudah kehilangan kredit daripada memperolehnya lagi. Itu lah mengapa sangat penting untuk memberikan pengetahuan pada siswa tentang konsep ‘utang’.

Utang dapat menjadi alat yang sangat berguna jika dikelola dengan benar dan tepat. Namun, jika membuat keputusan asal-asalan atau terburu-buru soal utang, maka itu bisa menjadi beban orang tua atau bahkan beban si siswa sepanjang masa dewasa. Maka, penting untuk memahami konsep dan alat di balik praktik utang.

  1. Masalah Pencurian Identitas dan Keamanan

Di zaman modern ini, pencurian identitas lebih sering terjadi daripada sebelumnya. Karena semuanya serba digital dan banyak orang bertransaksi online, maka informasi keuangan jadi lebih rentan terhadap penipuan dan sejenisnya. Memahami konsep ‘identitas’ dan ‘keamanan’ ini, diiringi langkah-langkah pencegahan (antara lain; perlindungan kata sandi dan membatasi informasi yang dibagikan secara online) dapat menjadi kunci untuk menjaga keamanan keuangan. Jika lalai, karena dapat menyebabkan kehancuran. Penting sekali menjaga keamanan keuangan untuk menghindari kemungkinan ancaman pembobol.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.