9 Jalan Ganti Mindset Karyawan ke Pengusaha

tom kolom kecilOleh: Teguh Wahyu Utomo

MEPNews.idMindset adalah penentu utama kesuksesan di hampir setiap jalan kehidupan. Pola pikir yang biasa Anda pakai bakal mengatur hampir semua hasil yang Anda bisa capai.

Tetapi, situasi yang berbeda membutuhkan pola pikir berbeda. Karyawan yang digaji punya pola pikir berbeda dengan wirausahawan yang harus hasilkan uang sendiri. Sayangnya, tidak semua karyawan calon wirausahawan memahami perubahan dramatis mindset yang diperlukan. Padahal, tanpa peralihan itu, kesuksesan bisnis tidak mungkin diraih sebagai wirausahawan.

Jadi, bagaimana mengubah mindset karyawan diubah menjadi pola pikir wirausahawan? Berikut ini perobahan yang perlu Anda jajal.

  1. Anda bertanggung jawab atas semua keputusan –yang baik dan yang buruk.

Wirausahawan memiliki peluang luar biasa untuk menciptakan sesuatu dari ketiadaan, kadang dengan cara yang tidak mungkin berhasil untuk orang lain. Tetapi, ini juga berarti membuat keputusan besar tentang apa yang harus dilakukan, kapan dan bagaimana. Anda tidak dapat menunggu sesuatu terjadi, atau meminta orang lain memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan. Anda sendiri harus membuatnya terjadi. Pengusaha yang terasah juga memahami bahwa peluang dapat saja berumur pendek. Maka, mengembangkan rasa urgensi bisa membantu mereka mencapai tujuan.

  1. Anda perlu memegang visi jangka pendek dan jangka panjang secara bersamaan.

Selesailah sudah era bekerja untuk orang lain dan Anda bertanggung jawab pada orang lain memastikan apa yang perlu dilakukan. Sebagai wirausahawan, Anda harus memproyeksikan pikiran sendiri ke depan, memikirkan potensi jebakan dan peluang yang ada di tikungan, dan membuat keputusan berdasarkan ketidakpastian. Ini mengharuskan Anda menerima kenyataan bahwa apa yang Anda lakukan, atau tidak lakukan, hari ini, akan berdampak pada bisnis Anda tiga bulan, bahkan lima tahun ke depan. Jika tidak punya visi, lenyaplah semua peluang bisnis.

  1. Merasa tidak nyaman adalah ‘zona nyaman’ baru.

Sebagai karyawan, Anda terbiasa berpikir ‘inside the box’ daripada ‘out of the box’. Sebagai pengusaha, tidak ada box. Anda harus bisa melihat apa yang orang lain yidak bisa lihat, harus menguji ide baru, merebut wilayah baru, mengambil risiko. Ini membutuhkan keberanian, kulit tebal, dan kemampuan untuk terus maju meskipun ada penolakan dan keraguan.

  1. Belajar adalah perjalanan yang berkelanjutan.

Sebagai karyawan, Anda memiliki deskripsi pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Menjadi wirausahawan, Anda harus belajar banyak keterampilan baru, kecuali jika Anda memiliki cukup banyak dana untuk mengalihdayakan apa yang Anda tidak kuasai atau tidak ingin lakukan. Anda harus belajar untuk menyiapkan spreadsheet, mendapatkan investor, memasarkan ide-ide, menyusun rencana sempurna, atau menggunakan teknologi yang tidak dikenal. Apa yang perlu dilakukan, harus dilakukan –tidak lagi ada ruang untuk cari-cari alasan.

  1. Angka tidak pernah berbohong.

Kalau sudah masalah angka-angka, sebagian besar karyawan sudah bisa tahu apa yang akan datang dan apa yang akan terjadi. Sebagai wirausahawan, Anda harus belajar mencintai angka dengan cepat. Itu karena arus kas Anda akan menentukan tetap di dalam atau di luar bisnis ini. Pada akhirnya, adalah angka penjualan, biaya, laba, dan kerugian yang akan memberi Anda malam-malam tanpa bisa tidur atau gaya hidup yang mapan. Yang pasti, tanpa cahaya pemandu berupa angka-angka, bisnis Anda akan tahu menuju ke mana.

  1. Cintai bisnis Anda, tetapi bersikaplah obyektif.

Sebagai karyawan, Anda dapat terus bertahan melakukan sesuatu yang Anda tidak sukai hanya demi mendapatkan gaji. Sebagai pengusaha, Anda harus betul-betul mencintai bisnis Anda. Di dalamnya terlibat upaya dan jam kerja yang panjang. Tetapi, Anda tidak boleh jatuh ke dalam perangkap pemikiran dan bertindak seperti karyawan di perusahaan Anda sendiri, bekerjalah ‘dalam’ bisnis daripada bekerja ‘pada’ bisnis.

  1. Nikmatilah ‘melanggar aturan’.

Sebagai karyawan, melanggar peraturan bisa berarti pemecatan. Di sisi lain, wirausaha tidak terlalu tertarik dengan status quo –mereka selalu mencari jalan lain untuk melakukan sesuatu secara berbeda. Think out of the box. Berani melanggar hal-hal yang dianggap baku demi kreativitas dan inovasi. Itu berarti memperoleh perspektif global, selalu mengintip cakrawala, atau setidaknya ke arah hal besar berikutnya yang sedang menunggu.

  1. Waktu adalah tidak linear.

Sebagai karyawan, Anda memiliki jadwal untuk bekerja. Sebagai wirausahawan, Anda mungkin tidak terikat pada meja atau komputer 24 jam sehari 7 hari seminggu. Tapi, Anda akan selalu memikirkan bisnis, apa yang dilakukan dengan baik dan apa yang bisa dilakukan dengan lebih baik. Tidak akan ada jeda. Anda akan hidup dalam waktu yang suka-suka. Bersiaplah menghirupnya.

  1. Mulailah sekarang.

Kebanyakan orang ragu-ragu atau meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transisi dari karyawan ke wirausahawan. Jadi, masuk akal untuk mulai mengubah pola pikir saat Anda masih jadi karyawan, bahkan mungkin sekaligus menyiapkan bisnis untuk dijalankan bersama. Ini bisa memberi Anda kesempatan mengembangkan keterampilan dan membangun pengalaman baru sambil tetap menikmati jejaring pengaman gaji. Namun, pada titik tertentu, Anda hampir pasti harus melepas gaji jika Anda ingin mengembangkan bisnis sendiri.

 

Penulis adalah:

  • praktisi media pengelola MEPNews.id
  • trainer motivasional

Facebook Comments

POST A COMMENT.