Antre Foto Hanbok di Korean Culture Day

MEPNews.id – Meski sinar matahari terik pada 27 April 2018 di area parkir Gedung Giri Loka UPN Veteran Jatim, mahasiswa dan publik berdatangan menikmati Korean Culture Day. Acara yang digelar King Sejong Institute (KSI) Surabaya dengan Program Studi Hubungan Internasional UPN Veteran Jatim ini berlangsung meriah.

Acara dibuka tepat pukul 13.00. Prihandono Wibowo, selaku Ketua Program Studi Hubungan Internasional, berpesan kepada para pengunjung terutama mahasiswa untuk memanfaatkan acara ini sebagai salah satu cara mengenal budaya Korea.

korea tuho

Tuho

Diwawancarai di sela acara, Liliek Soelistyo, selaku direktur KSI Surabaya, menyatakan kepuasannya bekerjasama dengan pihak UPN. Selain kehadiran pengunjung lumayan banyak, panitia dari UPN juga sangat siap.

Dosen senior UK Petra ini lalu menjelaskan, “Sebelumnya, acara ini internal. Tahun ini, kami mencoba keluar dengan campus tour 1. UPN menjadi tempat pertama. Setelah ini, kami akan menggelar campus tour 2. Kami masih menjajagi kerjasama dengan kampus yang punya program studi ilmu Hubungan Internasional atau ilmu Budaya.”

Saat acara belum dibuka, sejumlah pengunjung sudah

korea roda besi

Roda besi

menjajal permainan yang dipamerkan. Di booth 8 tempat permainan tradisional, ada tuho, roda besi, jegichagi, dan ddakji. Pengunjung dibolehkan menjajal satu atau semua permainan itu untuk mendapatkan stempel.

Tuho adalah permainan melempar semacam anak panah ke dalam bumbung kayu. Anak panahnya terbuat dari bambu, berukuran relatif pendek dan tebal. Ujungnya lancip tapi terbuat dari karet atau plastik. Peserta diberi kesempatan melempar enam kali dengan target masuk minimal dua.

Roda besi memang terbuat dari logam. Ukurannya seperti roda sepeda mini. Pemain diminta menggelindingkan roda itu dengan alat bantu terbuat dari

Jegichagi

Jegichagi

logam juga. Alat bantunya berbentuk stik dengan ujung seperti pengait yang dibengkokkan vertikal ke samping. Roda didorong oleh pengait itu.

Jegichagi itu seperti juggling yakni menendang-nendang bola agar tidak sampai jatuh ke tanah. Namun, yang ditendang-tendang bukan bola bulat, tapi lempeng lingkaran tebal yang dibalut dengan rumbai-rumbai seperti rafia warna-warni. Pengunjung disyaratkan juggling hanya tiga kali. Tapi susah.

Ddakji ini cocok untuk orang yang lagi kesal. Bahan permainannya berupa lipatan kertas atau kain berbentuk bujursangkar tebal. Beberapa alat permainan diletakkan di tanah. Pemain memegang beberapa lainnya, lalu dilempar atau dihantamkan pada yang di tanah. Selesai main, rasanya lega.

Kaligrafi di kipas

Kaligrafi di kipas

Di booth 4, ada kipas dan kaligrafi. Kipasnya terbuat dari kertas dan kayu sebagaimana banyak dijumpai di Indonesia. Kerangkanya terbuat dari kayu tipis ringan dengan sejumlah lubang hiasan. Kertasnya HVS warna putih. Yang menarik, petugas di booth ini menuliskan nama pengunjung dalam huruf Korea.

Yang paling laris, tentu saja, booth 3 tempat makanan tradisional Korea. Di sini ada hot bar, jajanan berbahan fishcake digiling halus ditambah beberapa sayuran lalu digulung dengan sumpit kayu kemudian digoreng. Ada juga bulgogi, irisan tipis daging direndam kuah berbumbu selama beberapa jam lalu dimasak. Ada kimchi, asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. Ada japchae, sohun goreng dicampur berbagai sayuran dan daging. Ada juga chiken ddeokbokki, cemilan pipih pedas berbahan beras dan ayam.

Makanan tradisional

Makanan tradisional

Yang menarik, semua disajikan bareng nasi dengan minum sirup jeruk. Jadilah seperti ‘nasi campur’ ala Korea. Tak pelak, sekitar 400 porsi yang disajikan langsung ludes dalam waktu sekitar satu jam. Barangkali, momentumnya pas jam makan siang.

Booth 9 juga ramai. Ada antrian sekitar 300 orang yang mengular panjang hingga di luar arena. Ada apa? Para pengunjung ingin berfoto dengan pakaian tradisional hanbok dengan latar belakang gambar salah satu kuil tradisional. Tentu saja, pakaiannya model cepat saji dan tinggal dibalutkan. Bukan model asli yang ribet dan lama untuk mengenakan.

Hanbok

Hanbok

Di booth 5, ada 200 souvenir tumbler. Yang mendapatkan souvenir adalah pengunjung yang paling cepat mendapatkan stempel dari booth 3, 4, 8, dan 9.

Di ujung selatan, ada VIP area dan panggung. Panggung diisi acara pembukaan, K-pop berupa nyanyi dan tari. Juga, ada penampilan beladiri militer yong moo do. Beladiri, yang juga dipakai TNI, ini diperagakan sejumlah mahasiswa UPN.

Serangan menggunakan berbagai bagian tangan, termasuk jari, sisi dalam, sisi luar, dan kepalan. Begitu juga dengan tendangan menggunakan sisi depan, sisi atas, dan sisi samping kaki. Juga ada teknik loncat untuk pindah posisi. (tom)

 

Facebook Comments

POST A COMMENT.