Kena Penyakit Autoimun? Minum Saja Soda Kue

MEPNews.id – Dosis harian soda kue dapat membantu mengurangi peradangan merusak akibat penyakit autoimun. Para ilmuwan memiliki beberapa bukti awal tentang bagaimana antasida murah ini dapat mendorong limpa untuk meningkatkan lingkungan anti-inflamasi yang bisa menjadi terapi dalam menghadapi penyakit inflamasi.

Para ilmuwan dari Medical College of Georgia di Amerika Serikat melaporkan temuan itu dalam Journal Imunologi yang dirilis EurekAlert! edisi 25 April 2018.

Ketika tikus atau orang sehat minum larutan soda kue (natrium bikarbonat) maka lambung terpicu untuk membuat lebih banyak asam untuk mencerna makanan berikutnya. Itu juga memicu sel mesothelial di limpa untuk memberitahu tidak perlu memasang respons imun pelindung.

“Kemungkinan sinyalnya berbunyi hamburger itu bukan infeksi bakteri,” begitu ibarat yang dilontarkan Dr. Paul O’Connor, ahli fisiologi ginjal di Departemen Fisiologi MCG di Augusta University dan penulis hasil penelitian tersebut.

Sel-sel mesothelial berbaris di rongga-rongga tubuh, seperti yang terkandung dalam saluran pencernaan. Mereka juga menutupi bagian luar organ-organ agar tidak saling bergesekan. Satu dekade lalu, ditemukan bahwa sel-sel ini juga memberikan perlindungan lain. Mereka memiliki jari-jari kecil, yang disebut microvilli, yang mengindera lingkungan, dan memperingatkan organ-organ yang mereka tutupi bahwa ada penyerbu sehingga respons kekebalan diperlukan.

Dengan meminum soda kue, menurut para ilmuwan MCG, sistem memberitahu limpa untuk mempermudah respon kekebalan. Limpa ini bagian dari sistem kekebalan tubuh, yang bertindak seperti penyaring darah dan penyimpan beberapa sel darah putih. “Tentu, minum bikarbonat mempengaruhi limpa. Kami pikir itu melalui sel-sel mesothelial,” kata O’Connor.

Kondisi ini, dengan bantuan pembawa pesan kimiawi bernama asetilkolin, tampaknya meningkatkan lanskap melawan peradangan. Dalam limpa, darah dan ginjal, subyek peneliitan setelah minum air soda kue selama dua minggu, populasi sel kekebalan yang disebut makrofag bergeser dari yang meningkatkan peradangan (M1) menjadi mengurangi peradangan (M2). Makrofag, yang dikenal karena kemampuan mengonsumsi sampah dalam tubuh antara lain puing sel mati, adalah yang datang paling awal saat ada panggilan respon imun.

Dalam kasus hewan eksperimen di laboratorium, masalah umumnya adalah hipertensi dan ginjal kronis. Salah satu dari banyak fungsi ginjal adalah menyeimbangkan senyawa penting antara lain asam, kalium dan natrium. Saat kena penyakit ginjal, ada gangguan fungsi ginjal. Salah satu masalah yang ditimbulkannya adalah darah menjadi terlalu asam. Konsekuensi signifikan dapat mencakup peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan osteoporosis. “Ini membuat seluruh sistem gagal,” kata O’Connor.

Uji klinis menunjukkan, dosis harian soda kue tidak hanya mengurangi keasaman darah tetapi juga memperlambat perkembangan penyakit ginjal. Sekarang, menurut O’Connor, terapi ini ditawarkan kepada pasien. “Kami mulai berpikir, bagaimana soda kue memperlambat perkembangan penyakit ginjal,” kata O’Connor.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.