Antioksidan Baru Remajakan Pembuluh Darah

MEPNews.id – Kabar baik. Kaum usia lanjut, yang enam minggu mengkonsumsi antioksidan khusus menargetkan pembangkit tenaga mitokondria dalam sel, mengalami perubahan berkaitan dengan usia pada pembuluh darah mereka menjadi setara 15 hingga 20 tahun lebih muda.

ScienceDaily edisi 19 April 2018 mengabarkan, penemuan itu didapat dari penelitian tim University of Colorado di Boulder, Amerika Serikat. Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal American Heart Association Hypertension.

Hasil studi ini menambah bukti bahwa suplemen nutrisi kelas-farmasi, atau nutraceutical, dapat memainkan peran penting dalam mencegah gagguan jantung sang pembunuh nomor satu. Ini juga membangkitkan gagasan bahwa antioksidan oral, yang pernah ditolak karena dianggap tidak efektif, dapat menuai manfaat kesehatan terukur jika ditargetkan dengan tepat.

“Ini uji klinis pertama untuk menilai dampak dari antioksidan spesifik-mitokondria pada fungsi vaskular manusia,” kata penulis utama Matthew Rossman, peneliti postdoctoral di departemen fisiologi integratif. “Terapi suplemen ini dapat memberi janji nyata untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular yang berkaitan dengan usia.”

Untuk penelitian ini, Rossman dan penulis senior Doug Seals, direktur Integrative Physiology of Aging Laboratory, merekrut 20 pria dan wanita sehat usia 60 hingga 79 tahun dari Boulder. Setengah dari responden mengonsumsi 20 miligram per hari suplemen MitoQ, yang dibuat dengan merekayasa antioksidan Coenzyme Q10 yang terjadi secara alami untuk membuatnya menempel ke mitokondria di dalam sel. Setengah sisanya mengonsumsi plasebo.

Setelah enam minggu, para peneliti menilai bagaimana lapisan pembuluh darah (endothelium) berfungsi, dengan cara mengukur seberapa banyak arteri melebar dengan peningkatan aliran darah. Kemudian, setelah dua minggu periode ‘mencuci’ dengan cara tidak mengonsumsi suplemen apa pun, kedua kelompok beralih. Kelompok plasebo mengonsumsi suplemen, dan sebaliknya. Lalu, tes diulang.

Para peneliti menemukan, ketika mengonsumsi suplemen, pelebaran arteri subyek meningkat 42 persen. Ini membuat pembuluh darah mereka, setidaknya dengan ukuran itu, terlihat seperti seseorang yang berusia 15 hingga 20 tahun lebih muda. Peningkatan sebesar itu, jika berkelanjutan, dikaitkan dengan 13 persen penurunan peluang penyakit jantung.

Penelitian juga menunjukkan peningkatan dilatasi adalah karena penurunan stres oksidatif. Pada peserta yang, di bawah kondisi plasebo, memiliki arteri lebih kaku, maka suplementasi ini dikaitkan dengan penurunan kekakuan.

Pembuluh darah menjadi kaku seiring usia sebagian besar disebabkan oleh stres oksidatif, yakni kelebihan produksi produk samping metabolik yang disebut radikal bebas. Produk samping ini dapat merusak endothelium dan merusak fungsinya.

Selama usia muda, tubuh memproduksi antioksidan yang cukup untuk memadamkan radikal bebas. Tetapi, seiring bertambahnya usia, keseimbangan itu bergeser. Mitokondria dan proses seluler lainnya menghasilkan radikal bebas berlebih, dan pertahanan antioksidan tubuh tidak dapat menahannya, kata Rossman.

Suplemen antioksidan oral antara lain vitamin C dan vitamin E tidak terlalu disukai lagi setelah penelitian menunjukkan mereka tidak efektif.

“Penelitian ini memberi nafas baru pada teori bahwa melengkapi diet dengan antioksidan dapat meningkatkan kesehatan,” kata Seals. “Ini menunjukkan bahwa penargetan pada sumber-mitokondria tertentu mungkin menjadi cara lebih baik untuk mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.”

Studi ini didanai National Institutes of Health. MitoQ Limited menyediakan suplemen itu dan dukungan finansial.

Musim panas ini, Rossman dan Seals berencana meluncurkan penelitian lanjutan tiga bulan untuk mengkonfirmasi temuan itu dalam sejumlah besar subyek. Mereka ingin melihat lebih dekat dampak senyawa tersebut pada mitokondria.

Laboratorium yang sama menerbitkan penelitian lain baru-baru ini. Penelitian itu menunjukkan, senyawa yang disebut nicotinamide riboside juga dapat membalikkan proses penuaan vaskular pada subjek yang sehat.

“Berolahraga dan makan makanan sehat adalah pendekatan paling mapan untuk menjaga kesehatan jantung,” kata Seals. “Tetapi, pada tingkat kesehatan masyarakat, tidak cukup orang mau melakukan itu. Kami mencari pilihan-pilihan berbasis bukti untuk mencegah perubahan yang berkaitan dengan usia yang mendorong timbulnya penyakit. Suplemen-suplemen ini mungkin ada di antara mereka.”

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.