Orang Tampil Lebih Baik Saat Ditonton

MEPNews.id – Jangan sepelekan penonton atau pengawas. Para ilmuwan menemukan orang mungkin benar-benar melakukan tugas lebih baik ketika ada orang lain yang menonton; bukannya lebih buruk.

Josh Gabbatiss untuk The Independent edisi 21 April 2018 melaporkan, penelitian baru menggunakan teknik pencitraan otak untuk menyelidiki ilmu saraf yang mendukung kemampuan orang untuk melakukan tugas di depan orang banyak.

Profesor Vikram Chib, ahli biomedis di Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat, awalnya ingin mencari tahu bagaimana diawasi atau ditonton bakal menghalangi kemampuan orang untuk berkinerja lebih baik.

Sebelumnya, Profesor Chib mengeksplorasi mengapa atlet bisa “tersedak” ketika dalam turnamen yang ditonton orang banyak. Ia menggunakan teknik pemindaian otak untuk mengidentifikasi siapa yang paling mungkin melakukan kinerja terbaik di bawah tekanan.

Namun, dalam penelitian terbarunya, dia justru menemukan setidaknya beberapa orang yang menonton bisa membantu seseorang berkinerja lebih baik daripada jika sendirian.

“Anda mungkin berpikir orang-orang yang memperhatikan atau menonton Anda tidak akan membantu Anda sama sekali. Tapi, sebaliknya, itu bisa membuat Anda tampil lebih baik,” kata Profesor Chib. “Audiens dapat berfungsi sebagai tambahan insentif.”

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Social Cognitive and Affective Neuroscience, Profesor Chib dan rekan ingin menyelidiki bagaimana peserta penelitian menanggapi kehadiran audiens dan apa yang terjadi pada otak mereka dalam situasi seperti itu.

Para ilmuwan mengumpulkan 20 peserta dan meminta mereka bermain di konsol game yang mirip Wii atau Xbox Kinect. Mereka diminta melakukan tugas di konsol itu di depan dua penonton, dan melakukannya lagi tanpa ada yang menonton.

Hasilnya, peserta rata-rata 5 persen lebih baik dalam permainan video, dan kadang-kadang meningkat 20 persen lebih baik ketika tampil di depan orang lain.

Dalam eksperimen, aktivitas otak peserta dipantau dengan pencitraan resonansi magnetik fungsional (MRI). Ketika peserta mengetahui ada audiens, bagian otak yang dikenal sebagai korteks prefrontal tampak lebih aktif.

Wilayah otak ini terlibat dengan berbagai fungsi antara lain kepribadian, pengambilan keputusan dan –secara signifikan–memoderasi perilaku sosial dan memahami pikiran dan niat orang lain.

Pada saat yang sama, bagian lain dari korteks yang diaktifkan adalah yang terlibat dengan penghargaan. Bersama-sama, dua sinyal ini memicu aktivitas di area otak yang terlibat dengan aksi dan keterampilan motorik yang dikenal sebagai striatum ventral.

Pemindaian otak ini memvalidasi kesimpulan para ilmuwan bahwa kehadiran audiens bahkan dalam jumlah kecil sudah bisa meningkatkan insentif orang untuk berkinerja lebih baik. Namun, para peneliti mencatat efek ini bisa berkurang jika taruhannya –dan jumlah penonton– jadi lebih tinggi.

Dalam studi ini, Profesor Chib mencatat bahwa orang-orang dengan kecemasan sosial cenderung tampil lebih baik di depan orang lain. Tapi, pada beberapa titik, ukuran jumlah penonton justru dapat meningkatkan kecemasan seseorang.

“Kami masih perlu mencari tahu itu,” katanya.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.