Mengendalikan Stres Saat Menjadi Ibu Baru

MEPNews.id – Anugerah paling dahsyat bagi wanita adalah menjadi ibu. Perasaan luar biasa dialami saat pertama kali menjadi ibu. Namun, di balik imbalan pahala sangat besar, tentu ada tantangannya. Mulai dari mastitis, susah mengeluarkan ASI, saat bayi sembelit, hingga masalah sosial. Ini semua bisa bikin stress jika tidak dikenali dan ditangani dengan baik.

Bagi wanita yang terbiasa aktif, kehamilan mungkin tidak dianggap sebagai hal yang mengganggu. Karena sibuk ini dan itu, para calon ibu kadang meremehkan perubahan pada kehidupan mereka yang dibawa oleh calon bayi baru. Padahal, kesejahteraan diri dan calon bayi harus sama-sama mendapat perhatian.

Jodie Warburton, pakar kebidanan dan konsultan tidur di Sydney, Australia, mengatakan, “Selama kehamilan, fokus utama cenderung terutama hanya pada persalinan dan kelahiran. Dalam sejumlah kelas ibu hamil, tidak banyak informasi dan persiapan yang disediakan untuk orang tua yang pulang bersama bayi baru lahir. Padahal, yang dihadapi ibu baru itu sangat kompleks.”

Sebagai konsultan itu, ia lalu memberi contoh kondisi kurang tidur yang pasti dihadapi pasangan yang baru mendapatkan anak. Seputar melahirkan, tidak seorang pun dapat benar-benar bisa mempersiapkan kondisi tidur. Maka, masalah kurang tidur bisa menjadi kejutan.

“Setelah menjadi ibu, wanita tidak pernah benar-benar bisa tidur pulas. Bahkan ketika si bayi tidur, si ibu biasanya masih berpikir tentang makanan berikutnya, kegiatan keesokan harinya, ketika akan bangun berikutnya. Belum lagi jika si bayi tiba-tiba terbangun saat ibu baru saja terlelap. Itu bisa menjadi waktu yang benar-benar luar biasa. ”

Maka, ibu baru harus mendapat bantuan untuk mempersiapkan dan mengatasi perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidup terkait kehadiran bayi. Warburton memberi beberapa kiat sederhana berikut:

  • Udara segar.

Ajak ibu baru untuk keluar ruang setiap hari. Silakan berjalan-jalan atau sekadar duduk di taman. Mau apa saja, tidak masalah. Yang lebih penting adalah menapatkan sebanyak mungkin udara segar dan sinar matahari.

  • Dekatkan dengan bayi.

Kedekatan psikis dan fisik antara ibu dan anak tentu sepanjang masa. Namun, khusus untuk tiga bulan pertama, ibu perlu menghadapi rutinitas fisik yang ketat dengan bayi. Mulai dari menyusui, memandikan, merapikan, menidurkan, menyenandungkan lagu, dan banyak lagi. Ini sangat berharga bagi pengikatan fisik dan mental anak dan ibu.

Usai melahirkan, tentu ada perubahan fisik luar biasa pada ibu. Untuk membenahi itu, perlu memompa tubuh dengan makanan sehat dan bergizi serta minum banyak air. Jangan lupa, nutrisi yang dikonsumsi ibu ini juga penting untuk suplai ASI. Porsi makan jadi untuk dua orang.

Facebook Comments

POST A COMMENT.