Antibiotik Kelas Baru untuk Yang Sudah Kebal

MEPNews.id – Antibiotik kelas terbaru telah ditemukan. Bahan kimia ini membunuh bakteri dengan cara mengikat ribosom sehingga mengganggu sintesis protein dan menghentikan sel mikroba untuk bereplikasi. Ini langkah maju dalam mencari antimikroba baru.

Tim Sandle dalam digitaljournal edisi 16 April 2018 mengabarkan, para ilmuwan dari University of Illinois di Chicago, Amerika Serikat, mengungkap kelas baru antibiotik potensial itu. Senyawa-senyawa ini efektif dalam mengobati berbagai infeksi yang sudah kebal obat anti-mikroba saat ini.

Antibiotik yang disebut odilorhabdins ini punya dua potensi menjanjikan. Pertama, senyawa itu memiliki cara berbeda untuk membunuh bakteri. Kedua, sumber senyawa itu tidak biasa. Odilorhabdins memperkuat penggunaan podetial –jika senyawa ini dikomersialisasikan– untuk mengatasi infeksi bakteri yang sulit diobati.

Dalam hal sumber atipikal untuk bahan kimianya, odilorhabdins diproduksi bakteri simbiotik yang hanya ditemukan pada cacing nematoda di dalam tanah. Bakteri ini menkoloni serangga untuk dapat makanan. Mereka juga memberikan perlindungan dari bakteri patogen terhadap cacing. Nah, perlindungan terhadap cacing ini dilakukan dengan cara sekresi antibiotik.

Dalam dua dekade terakhir, kecepatan bakteri menjadi kebal terhadap perawatan antibiotik telah meningkat secara signifikan. Pergeseran ini mengancam kemampuan awak medis untuk melakukan operasi rutin atau transplantasi organ di masa depan.

Masalah diperparah dengan kondisi mikroorganisme yang memperoleh resistensi terhadap suatu antimikroba atau yang lain, yang membuat mikroorganisme itu jadi kebal terhadap berbagai obat (sehingga disebut ‘super bug‘). Selain itu, ada penyalahgunaan antibiotik oleh staf medis (misalnya; resep yang tidak tepat), dan pengguna (misalnya; tidak disiplin soal resep dan mengkonsumsi obat).

Konsekuensi dari semua ini, para ilmuwan sepakat untuk harus menemukan antimikroba lebih baru dan lebih efektif. Sebagai bagian dari proses untuk menemukan antibiotik baru, ahli mikrobiologi menyaring 80 strain bakteri dalam kultur untuk aktivitas antimikroba. Selanjutnya, mereka mengisolasi senyawa aktif dan mempelajari struktur kimianya. Dari sini para peneliti merekayasa lebih banyak turunan obat ampuh.

Yury Polikanov, peneliti utama dari University of Illinois, dalam jurnal Molecular Cell, mengungkapkan cara penting odilorhabdins membunuh bakteri. “Seperti banyak antibiotik yang bermanfaat secara klinis, odilorhabdins bekerja dengan membidik ribosom. Bedanya, odilorhabdins mengikat tempat pada ribosom yang belum pernah digunakan antibiotik lain yang sudah dikenal.”

Dengan mekanisme ini, ketika odilorhabdins dikenakan pada sel bakteri, mereka mempengaruhi kemampuan membaca ribosom. Kondisi ini menyebabkan ribosom membuat kesalahan karena menciptakan protein baru.

Percobaan sampai saat ini telah menunjukkan efektivitas ampuh terhadap Enterobacteriacae yang dikenal kebal-karbapenem. Kelompok ini yang mengandung beberapa anggota yang resisten terhadap antimikroba.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.