Penyu Bertelur Berdasarkan Medan Magnet

MEPNews.id – Penyu tempayan (Loggerhead atau Caretta caretta), yang bertelur di pantai dengan medan magnet serupa, ternyata secara genetis mirip satu sama lain. Ini menunjukkan hubungan menarik antara medan magnet dengan perilaku penyu untuk bertelur.

“Penyu tempayan makhluk menakjubkan. Mereka memulai hidup dengan bermigrasi sendiri melintasi Samudra Atlantik dan kembali ke tempat mereka ditetaskan untuk bertelur,” kata Kenneth Lohmann, profesor biologi di University of North Carolina di Chapel Hill. “Mereka kembali ke sarang di pantai tempat mereka ditetaskan. Ternyata, mereka kembali di pantai dengan medan magnet sangat mirip.”

Audrey Smith, untuk ScienceAlert edisi 14 April 2018, mengabarkan penelitian tentang hubungan antara medan magnet dan perilaku penyu itu yang muncul dalam jurnal Current Biology. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman berharga tentang perilaku navigasi dan bertelurnya penyu untuk upaya konservasi di masa depan.

Menurut para peneliti, medan magnet adalah prediktor terkuat bagi kemiripan genetik di antara penyu tempayan yang bersarang –terlepas dari kedekatan geografis atau sifat lingkungan dari pantai tempat mereka bertelur.

Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan penyu tempayan dewasa menggunakan medan magnet untuk menemukan jalan kembali ke pantai tempat mereka ditetaskan. Namun, penelitian baru itu juga menunjukkan kadang penyu keliru bersarang di pantai berbeda namun dengan medan magnet serupa; bahkan pantai itu secara geografis jauh dari pantai tempat mereka ditetaskan.

Upaya konservasi harus mempertimbangkan pentingnya medan magnet pantai untuk menarik penyu tempayan bertelur. Dinding laut, jaringan listrik, dan bangunan pantai besar dapat mengubah medan magnet yang dihadapi penyu.

“Ini adalah wawasan baru yang penting tentang bagaimana penyu bernavigasi selama migrasi jarak jauh. Ini mungkin memiliki aplikasi penting untuk konservasi penyu, serta hewan migran lainnya antara lain salmon, hiu, dan burung tertentu,” kata Lohmann.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.