Suka Begadang Malam? Awas, Bisa Cepat Mati!

MEPNews.id – “Begadang, jangan begadang! Kalau tiada artinya…” Itu lagu lama yang dianyanyikan Bang Haji Oma Irama. Ternyata, nasihat dalam lagu itu ada betulnya. Studi terbaru mengungkapkan, orang yang punya kebiasaan begadang dan harus bangun pagi berpeluang meninggal lebih cepat daripada yang sudah terbiasa bangun pagi.

Sarah Knapton di TheTelegraph edisi 12 April 2018 mengabarkan, penelitian University of Surrey di Inggris dan Northwestern University di Amerika Serikat menemukan, orang yang secara alami suka melek malam bakal 10 persen lebih mungkin mati dalam periode studi enam setengah tahun dibandingkan dengan yang biasa bangun pagi.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chronobiology International ini, stres yang berlangsung dalam masyarakat tradisional kerja 09.00 – 17.00 memiliki dampak besar pada jutaan orang sehingga dapat memperpendek hidup.

“Ini masalah kesehatan masyarakat yang tidak bisa diabaikan,” kata Malcolm von Schantz, profesor kronobiologi dari University of Surrey. “Kami membahas individu jenis burung hantu yang suka melek malam. Perlu penelitian lebih lanjut tentang bagaimana dapat membantu individu ini berupaya menjaga jam tubuh agar selaras dengan waktu edar matahari.”

Penelitian, yang melibatkan 500.000 orang Inggris usia 38 – 73 tahun, menemukan sembilan persen mereka menganggap diri sebagai tipe malam, 27 persen diidentifikasi sebagai tipe pagi. Maka, Jika diterjemahkan ke seluruh penduduk Inggris, itu berarti 5,8 juta orang berada pada risiko kematian dini lebih besar karena jadwal hidup yang tidak sinkron dengan lingkungan.

Penelitian sebelumnya di bidang ini mengungkapkan tingkat disfungsi metabolik dan penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi sehingga peluang umur pendek juga ada. Nahy, studi ini yang pertama melihat langsung risiko kematian bagi orang yang suka begadang.

“Orang yang suka begadang lalu mencoba hidup di dunia pagi bisa memiliki konsekuensi kesehatan tubuh,” kata Kristen Knutson, profesor neurologi di Fakultas Kedokteran Feinberg di Northwestern University, di Chicago. “Bisa jadi, orang yang suka begadang memiliki jam biologis internal yang tidak sesuai dengan lingkungan eksternal. Ketidak-sesuaian ini bisa menjadi tekanan psikologis, makan pada waktu yang salah, tidak cukup berolahraga, tidak cukup tidur, terjaga sendirian di malam hari, bahkan mungkin terlibat menggunakan narkoba atau alkohol. Ada berbagai perilaku tidak sehat yang berhubungan dengan melek gelap sendirian.”

Tak heran, dalam studi baru ini para ilmuwan menemukan kaum burung hantu ini memiliki tingkat diabetes lebih tinggi, gangguan psikologis dan gangguan neurologis. Untungnya, tim peneliti juga menemukan seseorang bertipe burung hantu atau bertipe burung pagi ini ditentukan setengah genetik dan setengah lingkungan. Jadi, kemungkinan ada cara untuk menjaga jam tubuh agar terkendali.

“Tenang. Ini bukan berarti kiamat kecil,” kata Dr Knutson. “Sebagian orang memang tidak punya kendali, tapi sebagian lain masih mungkin bisa mengotrol jam hidup.”

Ke depan, para peneliti ingin menguji intervensi untuk membuat manusia tipe burung hantu ini menggeser jam alami mereka untuk beradaptasi dengan jadwal yang lebih awal. “Kemudian kami akan melihat apakah ada peningkatan tekanan darah dan kesehatan secara keseluruhan,” katanya.

“Jika kami dapat mengenali kronotipe ini, apakah ditentukan secara genetis dan bukannya cacat karakter, maka pekerjaan dan jam kerja harus lebih fleksibel bagi kaum burung hantu ini. Mereka seharusnya tidak dipaksa bangun untuk shift jam 8 pagi. Jadi, aturlah shift kerja sesuai kronotipe orang. Beberapa orang mungkin lebih cocok untuk shift malam.”

Tips Tidur Nyenyak Malam Hari

  • Tidurlah kira-kira pada waktu yang sama setiap hari, bahkan saat akhir pekan. Ingat, sekali begadang, bisa membuat lebih sulit tidur malam berikutnya.
  • Saat larut malam, hindari layar elektronik, termasuk laptop, ponsel dan tablet. Cahaya yang terang dan dekat bisa membuat otak berpikir saat itu adalah siang hari.
  • Siapkan diri untuk bersantai setidaknya satu jam sebelum tidur agar ritme kerja otak melambat. Aktivitas yang intens, apakah itu bekerja atau berolahraga, akan membuat Anda terjaga bahkan saat Anda sudah lelah.
  • Minum air secukupnya. Dehidrasi adalah penyebab utama ‘tidur dangkal.’ Jika memang tidak ada niatan untuk bangun malam, lebih baik minum cukup cairan agar tidak kehausan.
  • Jangan pernah tidur saat lapar, dan makanlah makanan kecil yang tepat sebelum tidur. Susu hangat, madu, cemilan sederhana bisa dipakai untuk menjaga agar perut tidak kosong.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.