Mengenang Kepergian Sastrawan Danarto, Sang Dermawan

MEPNews.id  — Orang hebat dikenang saat sudah meninggalkan dunia. Salah satunya adalah Sastrawan nasional Danarto meninggal dunia Selasa (10/4) malam setelah terlibat kecelakaan di Tangerang. Jenazahnya dimakamkan di tempat kelahiranya, Karangmalang, Sragen. Banyak kenangan Danarto di mata keponakan dan penggemar karya cerpennya.

“Orangnya itu ceria, humoris dan sangat dermawan. Kadang apa yang menjadi miliknya dijual untuk diberikan orang lain,” kata keponakan Danarto, Wendi Herjuno (43), Rabu (11/4).

Saat ditemui di rumah duka, Jalan Kapuas No 57 RT 4, Kampung Karangdowo, Kelurahan Sragen Tengah, keponakan tertua Danarto tersebut mengungkapkan, pamannya selain menekuni dunia sastrawan juga sebagai seniman dan budayawan.

Wendi mengaku pernah bekerja dengan pamannya selama dua tahun antara 1996-1997. Di situlah dia memahami kebiasaan unik dari Danarto yang jarang dimiliki manusia pada umumnya.

Menurut Wendi pamannya sering pulang ke Sragen. Rumah yang paling sering dikunjungi adalah kakak tertuanya (Ayah Kandung Wendy), Muryono. Walaupun sering datang ke Sragen namun tidak pernah lama.

“Setiap kangen sama mase (Muryono), dia dari Jakarta bawa madu untuk kakaknya itu paling lima menit terus udah balik,” katanya.

Sedangkan yang bikin heran Wendi, pamannya setiap pulang jarang naik taksi. Tetapi memilih naik angkutan kota (angkuta) dari Solo.

“Dia seniman kan, jadi orangnya eksentrik. Dari Solo itu tidak naik taksi atau apa, tapi carter angkot dari Solo sama sopir berdua pulang pergi naik angkot. Paman Kecuk (panggilan Danarto waktu kecil) orangnya low profil,” kenangnya.

Wendi menuturkan, kesuksesan Danarto menjadi seniman dan sastrawan tidak untuk dirinya sendiri. Keponakan-keponakan dari Sragen juga disekolahkan hingga mengenyam bangku kuliah.

Sementara itu mantan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman mengaku, sebagai penggemar sastra dirinya merasa kehilangan sosok sastrawan seperti Danarto. Kendati belum pernah ketemu langsung, namun Agus sering membaca cerpen-cerpen karya Danarto.

“Kalau baca cerpen-cerpenya aku seneng, seperti Godlob dan Adam Ma’rifat. Saya merasa kehilangan seniman dan kreator besar,” kata Agus kepada

Sumber : Timlo.net.

 

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.