Debat Publik vs Debat Kusir

MEPNews.id —- Debat public dapat dimaknai sebagai bagian penting bagi seseorang untuk memperlihatkan eksistensinya dihadapan public guna mendapatkan dukungan atas cita-cita dan keinginannya bagi kebaikan. Tentu ini dapat menjadi dua muara “kritik dan pujian” yang dapat dijadikan sebagai modal untuk perbaikan diri menaikkan popularitas. Debat public 1 KPU Jatim dengan menampilkan dua pasangan, tentu tidak lain bertujuan untuk memberikan informasi public agar mengenal lebih jauh siapa yang paling layak memimpin Jawa Timur untuk 5 tahun kedepan? Seberapa kuat komitmennya untuk mensejahterakan rakyatnya? Seberapa besar pula kualitas dan kapabilitasnya untuk mengkaji, menganals problem yang ada seagai dasar untuk merencanakan, dan melaksanakan programnya?
Karenanya mestinya acara lebih di setting bagaimana kefua pasangan memaparkan program, tentu yang sesuai dengan tema yang ada, sehingga dialog lebih fokus dan tidak keluar dari term dialog. Meski acara debat public bukan satu-satunya sebagsi alat ukur dalam menilai komitmen dan kapabilitasnya dalam memimpin, minimal rakyat dapat mengetahui apa cita-cita dan renstra untuk 5 tahun pereode kepemimpinan. Sisi lain, persiapan debat untuk kedua pasangan juga dibutuhkan strategi hingga tak terkesan menghakimi atau menjatuhkan lawan debat atau “debat kusir’. Juga harus ada pembagian job dalam memberikan tanggaban hingga dapat memberikan pelajaran bagi rakyat untuk berucap dan berprilaku santun, menghormati, menghargai, lapang dada. Inilah sesunguhnya yang Juga ingin dilihat oleh rakyat yang selanjutnya untuk bisa diteladani.
Ada hal menarik ketika gus Ipul meminta bu khofifah untuk menilaianya, dan bu khofifahpun memberikan penilaian obyektif tentang keberhasilannya dus pereode mendampingi pakde karwo, lalu memberikan beberapa masukan terhadap sesuatu yang belum dilakukannya.
Namun sedikit ceos ketika giliran wakilnya, yang mana bak Puti membeberkan prihal tingkat kesempatan sehat ibu melahirkan saat kunjungannya di daerah Trenggalek dimana Emil selaku pemiminnya, sementara Mas Emil pun memperlihatkan “nafsu banget” dengan jawaban-jawaban yang justru kurang dapat menarik simpati public.
Dan kia sebagai rakyat tentu dapat mengambi hikmah dari peristiwa tersebut dan sedikit menjadi informasi awal untuk sebuah piihan dari kedua pasangan terbaik, kader umat dan bangsa. (Yazidbojonegoro)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.