Anak Asli Desa Pakuniran Itu Sekarang Membina Pesantren Di Bogor

Oleh Masruri Abd Muhit

Alumni putra pesantren kita, pon pes Darul Istiqomah Bondowoso ini, anak asli desa Pakuniran, desa tempat pesantren kita berada. Khusus santri yg rumahnya dekat kampus pondok, untuk yg putra makannya boleh pulang dengan diberi waktu setengah jam setiap makan, sementara untuk yg putri, makannya bisa dikirim, tidak boleh pulang.

Dia masuk pondok setelah tamat sltp, masuk klas intensif, program 4 tahun.

Karena rumahnya dekat dengan pondok, maka selama hampir 4 tahun tinggal di pondok, hanya setiap waktu makan dia diperbolehkan untuk pulang makan selama setengah jam, tidak boleh lebih. Ini dimaksudkan sebagai pendidikan kedisiplinan sekaligus untuk pengiritan.

Dia masuk pesantren kita dibebaskan dari membayar spp bulanan, karena prestasinya saat di smp termasuk team sepak bola sekolahnya yg menjuarai turnament sepak bola antar sltp se Bondowoso yg diadakan oleh pesantren kita, selain memang sebenarnya khusus untuk santri asal desa Pakuniran dulu saya bebaskan dari spp.

Saat di pondok, saya lihat dia cukup bersemangat dalam belajar juga dalam kegiatan kegiatan pondok sehingga prestasi akademiknya cukup baik dan mentalitasnya pun cukup bagus.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di TMI (sltp dan slta) Darul Istiqomah dan pengabdian satu tahun, dia meneruskan kuliahnya ke Lipia lembaga pendidikan yg merupakan cabang Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud Riyadl Saudi Arabia di Jakarta.

Selama di Lipia presatasinya setiap semesternya cukup baik meski tidak sampai mumtaz, selain setiap liburan kuliah dia ikut aktif berdakwah di daerah terpencil pulau Kangean Madura, bahkan pernah saat berlibur saya suruh mengisi kultum dan khutbah jum’at di pondok, konten dan penyampean dakwahnya cukup baik.

Karena setelah menikah diamanahi oleh ormas keagamaan tempat dia bernaung untuk merintis berdirinya sebuah pesantren di daerah Bogor, dia terpaksa meninggalkan kuliahnya di fakultas syari’ah Lipia semester 4, untuk bisa konsentrasi dalam melaksanah amanah tersebut, selain jauhnya jarak rintisan pesantrennya dari tempat dia kuliah.

Sampai saat ini dia masih belum kembali meneruskan kuliahnya, masih tetap fokus dalam mengelola rintisan pesantren dan dakwahnya. Mudah mudahan suatu ketika akan bisa meneruskan dan menyelesaikan kuliahnya. Amin.

Setasiun Gambir, 11 April 2018.

Facebook Comments

POST A COMMENT.