Temuan Tak Terduga Cegah Sakit Mata Diabetes

MEPNews.id – Siapa sih yang tidak cemas terhadap ancaman kebutaan karena diabetes? Retinopati diabetik dianggap sebagai salah satu komplikasi paling melumpuhkan dan penyebab utama kasus-kasus kehilangan penglihatan di kalangan orang dewasa dan manula.

Untungnya, penelitian baru di Michigan State University di Amerika Serikat untuk pertama kali menemukan sejenis lipid (lemak), yang dulunya dianggap hanya ada di kulit, sekarang ternyata ditemukan di mata. Nah, lipid ini bisa memainkan peran utama dalam mencegah retinopati diabetik.

“Studi kami menghasilkan temuan tak terduga yakni hubungan antara sel-sel di pembuluh darah retina ternyata mengandung lipid rantai panjang yang tidak biasa. Lipid ini dapat mencegah pembuluh darah bocor, sehingga mungkin mencegah terjadinya retinopati diabetik,” kata profesor fisiologi Julia Busik, penulis utama studi ini, dikutip ScienceDaily edisi 6 April 2018.

Dalam penelitian yang diterbitkan jurnal Diabetes, pembuluh darah di retina ini terhubung erat oleh struktur yang disebut tight junctions (persimpangan ketat) di mata. Struktur ini merupakan bagian dari penghalang retina darah, yakni dinding yang hampir tak tertembus.

Busik, bersama mahasiswa pascasarjana Nermin Kady, menunjukkan bahwa struktur penghubung ini mengandung omega-linked acyl-very long chain ceramides, yakni; lipid memanjang yang tampaknya memperkuat penghalang ini.

Diabetes dapat memapar pembuluh darah ke tingkat glukosa yang sangat tinggi dan jumlah lipid yang tidak sehat, sehingga merusak keseimbangan nutrisi yang diangkut ke seluruh tubuh.

“Ketika tidak seimbang, pembuluh darah menjadi rapuh dan bisa bocor. Jika terjadi di mata, ini menyebabkan berkembangnya retinopati diabetik,” kata Busik. “Tampaknya, lipid rantai panjang dan enzim yang menghasilkan mereka dapat melindungi retina dan pembuluh darahnya dari kerusakan.”

Dalam kasus diabetes, enzim ELOVL4 ditekan oleh penyakit itu sehingga menurunkan kemampuannya untuk menghasilkan lipid bermanfaat dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Maka, langkah selanjutnya bagi Busik adalah memahami apa yang dapat dilakukan oleh lipid ini dan bagaimana tepatnya mereka di tight junctions retina sehingga dapat dilakukan pengobatan atau perawatan lebih baru.

“Memasukkan lebih banyak lipid rantai panjang ke mata bisa berpotensi menjadi pengobatan baru. Caranya nanti cukup dengan disuntikkan atau bahkan cukup dengan obat tetes mata,” katanya.

Lipid sering mendapatkan cap buruk karena hubungannya dengan masalah kesehatan antara lain kolesterol tinggi dan gagal jantung. Tapi, Busik terguguah oleh apa yang dia temukan. “Ada lipid yang buruk, ada lipid yang baik. Kami telah menemukan lipid yang baik di mata yang memiliki potensi mencegah terjadinya atau berkembangnya retinopati diabetik.”

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.