Melon oh Melon

MEPNews.id —-“Melon”,sebutan tabung gas LPG yang diperuntukkan bagi warga miskin seminggu terakhir langka kembali. Entah kenapa jenus tabung ini seringkali langka. Dibeberapa pemberitaan TV swasta seringkali mwnayangkan jenis tabung “melon” ini diuplous oleh distributor nakal guna meraih keuntungan yang berlimpah. Karena memang harganya yang relatif murah. Kenapa murah karena memang diperuntukkan bagi rakyat Miskin.
Tapi mengapa distributor melakukan kenakalan? Dalan perspektif ekonomi tentu banyak indikator. Boleh jadi karena lemahnya struktur pengawasan ekonomi, atau sistem regulasi yang terlalu panjang, atau memang otak kapitalisme meracuni bangsa ini atau bisa juga telah terjadi delegalisasi kapitalisme. Padahal jelas -jelas konstitusi negeri ini tidak memberikan pintu bagi praktek ekonomi semacam ini. Sementara disisi lain perdagangan bebas Asia, dimana Indonesia sebagai bagian dari komunitas ini menyetujuinnya.

IMG-20180408-WA0030
Pertanyaannya? Sudahkah rakyat negeri ini memiliki kekuatan dalam menghadapi realitas ekonomi ini? Tentu bila jika memperhatikan realitas, jawabnya adalah belum. Kasus kelangkaan “melon” adalah salah satu bukti betapa rakyat negeri ini belum siap menghadapi perdagangangan bebas ini.
Si kaya bermental miskin, mengambil melon hak si miskin. Dan si miskin tak kuasa menghadapinya, karena kebijakan menambah parahnya kemuskinan “kemiskinan struktural”, kemiskinan bukan karena tak memiliki semangat kerja, namun lebih diakibatkan oleh proses struktural.
Maka jika kita kaitkan dengan riuhnya situasi pemilihan kepemimpinan hari ini, sungguh tak berbanding dengan riuhnya calon pemimpin, pemimpin dalam menyelesaikan masalah si miskin. Padahal tugas pemimpin bukan sekedar apa, tapi bagaimana dan untuk apa?.
Dan hari ini Kemiskinan makin mem-palung. Tarif Listrik meroket naik 400 persen, BBM naik, tarif air naik, dan harga barangpun mengikut serta. Tabung melonpun langka. Melon oh melon dimana kau berada? (Yazid)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.