Alhamdulillah Ada Kemah Sastra Nasional di Banyuwangi

Oleh: Moh. Husen

MEPNews.id —-Sebagaimana kebaikan tidak akan batal menjadi kebaikan meskipun disebut bukan kebaikan, juga sebuah jasa dan budi tetaplah sebuah jasa dan budi meskipun tidak pernah diakui sedikit pun sebagai jasa dan budi, maka seorang sastrawan, seniman, penyanyi, pelukis, penulis, motivator, dan lain sebagainya tetaplah menjadi apa yang selama ini telah istiqomah ia jalani, meskipun ia tak ada yang mengakuinya, tatkala dilombakan selalu kalah, juga apalagi hanya karena tidak pernah masuk televisi.

So, berbahagialah saya di desa Kemiren Banyuwangi, 28-29 April 2018 mendatang akan ada Kemah Sastra Nasional, yang mana karena ada acara tersebut “Orang Penting” dari Jakarta yang merupakan sahabat sangat karib “Orang Masyhur” akan ikut hadir dalam acara tersebut. Saya sudah lama sangat ingin bertemu beliau ini. Dan alhamdulilah kalau tidak ada halangan saya akan mencoba begadang dan ngopi-ngopi disela-sela acara Kemah Sastra tersebut.

Apakah seorang sastrawan atau penyair adalah hanya mereka yang lolos dan kemudian karyanya dibukukan dalam Kemah Sastra Nasional tersebut? Tentu saja tidak. Para penyair bisa tampil terus menerus baca puisi tanpa harus pusing-pusing menunggu disebut penyair, apalagi minta diakui dan dinobatkan sebagai penyair.

Tapi hal yang demikian ini berat. Masak kita tega menyebut mereka bukan penyair? Mohon jangan dikhayalkan ke hal yang lain sambil guyon mesam-mesem: “Masak kita tega tidak menyebutnya pak haji atau bu haji, wong sudah jauh-jauh dan mahal ongkos naik hajinya? Mbok ya jadi orang itu jangan terlalu tega. Sudahlah jangan banyak menghayal. Umumnya gitu, ya selesai tho, beres!”

Memang mengagumkan orang-orang yang berani menanggalkan jabatan apapun sekaligus tidak berebut jabatan apapun. Akan tetapi memang beda orang memang beda kelas. Kalau saya yang bilang seperti itu tentunya sangat jelas bahwa demikianlah pertanda kelas orang kalah, suka beralasan, tak pernah juara, benar-benar tak pernah berprestasi sedikit pun. Ada pun jika orang lain yang mengatakan hal tersebut, betapa tampak mereka merupakan kelas atau golongan orang-orang yang rendah hati, benar-benar juara dan sukses terus, tapi ditanggalkan seakan-akan tak pernah ada apa-apa.

Terlepas bagaimana mengenai sastra dan bagaimana kelak acara Kemah Sastra Nasional di Kemiren Banyuwangi, 28-29 April 2018 besok, saya sangat berterima kasih kepada yang menyelenggarakan, karena dengan adanya acara tersebut, saya tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta untuk bisa ngopi-ngopi dan begadang dengan Pak “Orang Penting” yang sudah sejak dulu dan lama saya ingin bertemu dan bercengkrama ngobrol-ngobrol persaudaraan dengan beliaunya.

Semoga tak ada halangan. (Banyuwangi, 8 April 2018)

Facebook Comments

POST A COMMENT.