5 Cara Komunikasi Lebih Baik dan Berpengaruh

MEPNews.id – Manusia, dan semua mahluk hidup, perlu berkomunikasi. Namun, tidak semua manusia memahami cara berkomunikasi yang baik sehingga kadang kesulitan mencapai tujuan hidup di antara makhluk-makhluk lain. Padahal, mulai dari wawancara kerja hingga bernegosiasi dengan anak, komunikasi itu penting.

Apakah ada cara untuk membuat percakapan dan interaksi Anda lebih baik? Sebagai ahli teori komunikasi, Mikael Krogerus dan Roman Tshäppeler menulis The Communication Book: 44 Ideas for Better Conversations Every Day. Mereka mengkaji cara berteman, cara memengaruhi orang, hingga cara mencapai kesepakatan.

Berikut ini beberapa kiat dan tips ringkas mereka yang dimuat di The Guardian edisi 8 April 2018 untuk meningkatkan kemampuan percakapan Anda.

Bagaimana cara mendapatkan teman?

Jangan memulai percakapan tentang hal-hal yang Anda minati. Akan lebih baik jika Anda menjadi pihak yang tertarik pada topik orang lain lebih dulu. Lalu, masuki setiap percakapan sesuai aturan Bill Nye tentang pikiran: “Setiap orang yang Anda akan temui pasti tahu sesuatu yang Anda tidak tahu.” Psikologi di balik aturan ini adalah: orang bisa melupakan apa yang mereka bicarakan dengan Anda, tetapi tidak mudah melupakan bagaimana perasaan mereka di hadapan Anda.

Bagaimana cara memengaruhi orang?

Mintalah nasihat. Orang umumnya suka memberi saran. Maka, mulailah obrolan ringan dengan meminta saran. Misalnya; “Saya ingin beli telepon (atau, tergantung pada keadaan; mungkin beli motor atau buku), tetapi saya bingung memutuskan beli yang mana.” Dengan permintaan saran seperti itu, kebanyakan orang akan dengan senang hati membuka diri. Saat meminta saran, Anda sebenarnya sedang menciptakan keintiman. Nah, munculnya keintiman membuat penolakan menjadi sulit. Oleh karena itu, jika Anda ingin memengaruhi seseorang, ada baiknya terlebih dahulu meminta nasihat atau saran pada orang itu. Setelah tercipta suasana akrab, mulailah mempengaruhi dia.

Bagaimana berbicara dengan orang asing?

“Dulu ada orang Finlandia yang begitu mencintai istrinya sehingga dia hampir tidak memberi tahu dia.” Itu lelucon, namun sebenarnya juga bukan lelucon. Kebanyakan orang Finlandia introvert, bahkan pendiam, sampai-sampai susah mengungkapkan perasaan terdalam pada orang lain. Nah, aturan tertinggi dalam komunikasi antar budaya adalah: Pahami dan sadari dulu budaya Anda sendiri, dan jangan menghabiskan waktu terlalu lama memikirkan budaya orang yang lain. Saat berhubungan dengan orang dari budaya yang beda, ada baiknya untuk mundur sejenak lalu pikirkan cara berkomunikasi yang tepat. Bila perlu, tayakan dulu pada orang yang berpengalaman tentang berkomunikasi dengan budaya lain itu.

Bagaimana mencapai kesepakatan?

Salah satu metode negosiasi yang paling dikenal adalah dari Roger Fisher dan William L. Ury. Bayangkan Anda dalam situasi yang rumit. Misalnya; menegosiasikan uang tebusan yang diminta pemeras atau bernegosiasi tentang uang saku dengan anak Anda. Maka, terapkan prinsip-prinsip berikut: 1. Pikirkan masalahnya, bukan orangnya. Jangan terganggu oleh apakah Anda menyukai orang itu atau tidak, tapi fokus pada topiknya. 2. Pikirkan minat atau kebutuhannya, bukan posisinya. Jangan berpikir, saya berada dalam posisi negosiasi lebih lemah atau lebih kuat. Tanyakan kepada diri sendiri: Apa yang orang lain butuhkan dari saya? Apakah kita memiliki minat atau kebutuhan yang sama? Pikirkan yang baik saja sudah cukup. Jangan memikirkan hasil yang sempurna. Jangan bertujuan memperoleh hasil semaksimal mungkin. Kalau mau untung, harus ada ruginya.

Bagaimana cerdas dalam wawancara kerja?

Jika Anda sering merasa bahwa kalimat terbaik Anda baru muncul saat wawancara sudah selesai, maka perkuatlah diri dengan frasa Bahasa Prancis l ‘esprit de l’escalier (tangga kecerdasan). Psikolog merekomendasikan trik sederhana; tunggu lima detik sebelum menjawab. Mungkin jawaban Anda tidak lebih cerdas, tetapi bakal muncul dengan lebih mantap. Juga, perlu diingat, jawaban cerdas mungkin dapat sangat mengesankan dalam wawancara kerja, namun jarang diperlukan dalam sebagian besar pekerjaan aslinya. Ada kalanya, pekerjaan lebih membutuhkan loyalitas dan kerja keras daripada omong cerdas. Nah, sebagian besar orang HRD paham betul ini.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.