Sel Induk G2 untuk Sembuhkan Kerusakan Otak

MEPNews.id – Jenis sel induk yang baru ditemukan dapat membantu otak memperbaiki diri dari cedera atau bahkan penyakit melemahkan semacam Alzheimer. ‘G2 quiescent stem cell’ adalah salah satu dari beberapa sel induk ‘tidur’ (atau diam) di dalam otak. Tapi, yang ini menunjukkan potensi regenerasi lebih daripada sel tidur yang lain.

Seperti sel-sel induk lainnya, G2 dapat menghasilkan semua jenis sel berbeda sesuai permintaan apa pun yang dibutuhkan tubuh. Jika dapat menemukan cara mengaktifkan dan memanfaatkan, menurut dua peneliti dari University of Cambridge di Inggris, sel-sel induk ini dapat digunakan dalam prosedur bedah invasif.

“Otak tidak pandai memperbaiki dirinya sendiri. Tapi, sel-sel induk yang baru ditemukan ini menunjukkan kemungkinan untuk meningkatkan kemampuannya,” kata ahli biologi molekuler Andrea Brand, salah satu peneliti, dikutip David Nield untuk ScienceAlert edisi 7 April 2018. “Sel-sel induk ini dalam keadaan tidak aktif. Begitu aktif, mereka memiliki kemampuan menghasilkan sel-sel penting untuk otak.”

Itu lah kunci untuk mengembangkan perawatan baru. Sel-sel yang masih diam ini harus dibangkitkan dari kondisi tidur mereka sebelum menghasilkan sel baru. Masalahnya, saat ini masih belum jelas bagaimana melakukannya.

Sel-sel induk G2 bisa diaktifkan di otak lalat buah. (Credit: Andrea Brand/Leo Otsuki)

Sel-sel induk G2 bisa diaktifkan di otak lalat buah. (Credit: Andrea Brand/Leo Otsuki)

Meski demikian, tanda-tanda baik mulai tampak. Dalam studi baru yang dipublikasikan di Science, ditemukan bahwa G2 dapat dibangunkan relatif cepat untuk mulai memproduksi neuron dan glia; dua jenis sel kunci bagi otak. Itu didasarkan pada studi terhadap Drosophila (lalat buah), yang punya banyak kesamaan DNA dengan manusia. Karena 60 persen gen manusia yang terkait penyakit ternyata juga ditemukan dalam gen Drosophila, para ilmuwan melihat lalat-lalat buah itu sebagai model uji yang berguna.

Dalam penelitian ini, gen yang dikenal sebagai tribbles diidentifikasi secara khusus mampu mengendalikan sel induk G2 dalam lalat buah. Proses ini, menurut para ilmuwan, dapat direplikasi di otak manusia dengan sejumlah peningkatan kerja lebih dulu.

“Kami telah menemukan gen yang mengarahkan sel-sel ini menjadi diam,” kata peneliti lainnya, Leo Otsuki. “Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi molekul potensial seperti obat yang bisa memblokir gen ini sehingga bisa membangkitkan sel induk G2 pada manusia.”

Perawatan dengan metode semacam ini memang masih jauh. Namun, dengan adanya agen alami yang bekerja di bagian dalam, penanganan kerusakan otak di masa depan bisa jadi banyak berubah.

Masih banyak yang manusia belum ketahui tentang otak dan cara kerja bagian dalamnya; mulai dari cara menghasilkan sel hingga cara penyakit berakar. Kabar baiknya adalah, manusia membuat kemajuan sepanjang waktu tentang pengetahuan itu.

Penelitian mutakhir ini tidak terbatas pada otak. Para peneliti merasa, jenis sel induk yang sama pada akhirnya dapat ditemukan di organ lain, dan kemudian bisa dikendalikan setelah didapatkan sinyal kimia yang tepat. “Kami percaya, mungkin ada sel induk serupa yang masih diam di organ lain. Penemuan ini dapat membantu meningkatkan atau mengembangkan obat-obatan regeneratif baru,” kata Otsuki.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.