Peregangan Rutin Baik untuk Otot Usia Lanjut

MEPNews.id – Peregangan otot rutin setiap hari dapat membawa manfaat kesehatan bagi usia lanjut yang mobilitas fisiknya berkurang. Demikian hasil penelitian baru yang dipublikasikan 4 April 2018 di Journal of Physiology dan dirilis di EurekAlert! Meski eksperimen ini masih pada tikus, tapi manfaatnya kemungkina besar sama terhadap manusia.

Program olahraga teratur, meski jelas banyak manfaatnya, ternyata agak sulit diikuti orang-orang lanjut usia. Bisa jadi, ini karena sifat latihan olahraganya yang dirasa berat. Lebih khusus, orang lanjut usia dengan mobilitas fisik berkurang dan otot melemah sering kali kurang mampu ambil bagian dalam latihan agak berat.

Sementara, peregangan otot sering dilakukan sebagai pemanasan atau pendinginan dalam olahraga. Intensitas peregangan otot jauh lebih rendah jika dibandingkan, misalnya, dengan latihan aerobik. Ini berarti individu yang sangat tua pun dapat melakukan peregangan otot dengan risiko cedera minimal.

Para peneliti internasional dari Florida State University dan Kansas State University di Amerika Serikat serta University of Electro-communications di Tokyo, Jepang, menemukan peregangan otot yang teratur dilakukan lima kali per minggu selama empat minggu bisa meningkatkan aliran darah hingga ke otot-otot kaki bagian bawah. Mereka juga menemukan peregangan otot yang teratur bisa meningkatkan fungsi arteri di otot-otot kaki bagian bawah, dan meningkatkan jumlah kapiler dalam otot yang diregangkan.

Ini menunjukkan, untuk individu dengan mobilitas terbatas, peregangan yang teratur dapat meningkatkan aliran darah ke otot. Ini memiliki implikasi sangat penting untuk orang usia lanjut dengan masalah kaki bagian bawah yang sulit berjalan karena rasa sakit atau kurangnya mobilitas. Selain itu, pasien dengan penyakit arteri perifer dan pasien dengan masalah kaki atau tungkai terkait kondisi diabetes bisa menggunakan peregangan otot untuk meningkatkan aliran darah ke tungkai bagian bawah dan meningkatkan atau mendapatkan kembali kemampuan untuk berjalan.

Tim melakukan penelitian dengan menempatkan splint pada tungkai bagian bawah dari tikus-tikus tua. Otot betis tikus-tikus itu direnggangkan saat splint berada di tempatnya. Splint ditempatkan di satu tungkai selama 30 menit, lima hari per minggu, selama empat minggu. Lalu, para peneliti membandingkan aliran darah, fungsi arteri, dan jumlah kapiler di otot-otot ujung bawah tungkai, dari otot yang direnggangkan dan yang tidak direnggangkan.

Dr Judy Muller-Delp, profesor Ilmu Biomedis di Florida State University College of Medicine, yang juga peneliti utama dalam proyek ini, mengatakan, “Manfaat olahraga sudah banyak diketahui. Tapi orang lanjut usia dengan mobilitas terbatas sering kali tidak mungkin ambil bagian dalam program olahraga. Penelitian kami menunjukkan, peregangan otot statis yang dilakukan teratur dapat memiliki dampak nyata meningkatkan aliran darah ke otot di kaki bagian bawah. Bahkan, individu yang kesulitan berjalan karena rasa sakit atau kurangnya mobilitas pun dapat melakukan aktivitas ini untuk meningkatkan kesehatan.”

“Meski demikian, kami tidak menguji berbagai kondisi peregangan atau jangka waktu berbeda untuk intervensi peregangan. Ada kemungkinan peregangan biasa atau peregangan lebih besar yang ditingkatkan terus-menerus selama periode empat minggu akan memiliki manfaat lebih besar. Juga mungkin manfaat lebih besar akan terlihat jika peregangan berlanjut selama lebih dari 4 minggu.” (*)

 

Facebook Comments

POST A COMMENT.