Bentuk Daun Telinga Ubah Persepsi atas Dunia

MEPNews.id – Kadang, orang tidak adil pada daun telinga. Ada yang menusuknya, ada yang memasang Q-tips di dalamnya, ada yang mentatonya, ada yang memaparkan musik keras, ada yang lupa membersihkan bagian belakangnya, dan lain-lain. Padahal, kita harus lebih memperhatikan daun telinga karena penting untuk memahami dan mempersepsi dunia sekitar. Faktanya, daun telinga sangat sensitif dan kompleks.

Ilustrasi dari Instagram@perhiasanperakku

Ilustrasi dari Instagram@perhiasanperakku

Para ilmuwan masih mencari tahu hal-hal baru tentang bagaimana daun telinga berkomunikasi dengan otak. Sudah cukup dipahami bagaimana otak melakukan lokalisasi suara pada bidang horizontal, berkat apa yang disebut perbedaan waktu antar-aural (ITD). Pada dasarnya, ITD adalah sistem stereo di mana penundaan sangat kecil namun jelas, antara ketika gelombang suara mencapai daun telinga kiri dan daun telinga kanan, bisa memberitahu otak apakah sumber suara itu terletak di sebelah kiri atau kanan.

Tapi, bagaimana membedakan sumber suara dari atas atau dari bawah? Peter Dockrill dalam ScienceAlert edisi 2 April 2018 menyebut itu belum begitu dipahami. Maka, penelitian terbaru yang dipimpin pakar neurosains Régis Trapeau dari University of Montreal di Kanada menyoroti bagaimana kita bisa membedakan suara pada bidang vertikal.

Dalam eksperimen yang hasilnya dilaporkan dalam The Journal of Neuroscience, 16 relawan bergantian duduk di kubah Dyson-Sphere-esque. Di situ, ada speaker berjajar. Para peneliti memainkan suara dari berbagai titik di sekitar kubah sambil mengamati aktivitas otak peserta melalui fMRI scanner. Hasil scan menunjukkan, ketika sumber suara menjadi lebih tinggi maka aktivitas neuron jadi berkurang. Tidak dipahami persis mengapa hal ini terjadi. Tetapi para peneliti menduga itu semacam adaptasi evolusioner terhadap suara yang berasal dari bawah, bukan di atas kita.

Yang menjadi inti penelitian ini, ternyata respons otak bisa diubah secara halus jika bentuk daun telinga juga berubah.

Perubahan bentuk daun telinga itu tentu tidak biasanya terjadi. Tapi, dalam eksperimen, peneliti menyisipan cetakan silikon tipis ke daun telinga partisipan agar bentuknya berubah. Hasilnya, perubahan kecil itu bisa merombak lokalisasi suara vertikal mereka. Ini membuat mereka berpikir suara itu memancar dari tempat yang sebenarnya tidak dari situ. “Kami menempatkan suara di atas kepala seorang peserta, dan dia mengatakan itu ada di bawah,” kata Trapeau dikutip The New York Times.

Setelah beberapa waktu –saat mana para relawan terus mengenakan cetakan silikon di daun telinga– mereka bisa menyesuaikan diri dengan kontur baru artifisial dari bagian telinga luar mereka, sehingga mendapatkan kembali orientasi vertikal mereka.

Eksperimen itu menunjukkan, sesuatu yang halus –misalnya, bentuk telinga– ternyata secara radikal bisa mempengaruhi persepsi kita tentang dunia sekitar.

Agak aneh, memang. Tapi, keanehan ini saja tidak bisa menjelaskan beberapa hal yang paling aneh, yang masih belum sepenuhnya dipahami tentang ilmu telinga.

Seperti apa, misalnya?

Seperti; bagaimana hubungan antara merokok dengan kehilangan pendengaran, dan bagaimana satu dari lima orang dapat ‘mendengar’ hal-hal yang sebenarnya tidak mengeluarkan suara (fenomena yang disebut ‘respon pendengaran atas sesuatu yang ditimbulkan secara visual alias vEAR), mengapa telinga kanan lebih baik mendengar daripada telinga kiri saat otak sedang kelebihan beban, atau bagaimana hubungan saraf antara tinnitus dan nyeri kronis?

Jelas daun telinga itu aneh, misterius, tetapi juga luar biasa. Daun telinga punya potensi yang belum termanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang tampaknya seperti kekuatan super; antara lain belajar meniru kemampuan eko-lokasi oleh hewan, belajar mendeteksi ukuran ruangan hanya dengan suara detak lidah. Kedengarannya mustahil, tetapi penelitian lain menunjukkan potensi luar biasa itu.

Jadi, perhatikan dan rawat daun telinga Anda, karena mereka benar-benar luar biasa.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.