Doa dengan Bahasa Terbatas

MEPNews.id — Sahabat saya berkisah. Tentang pengalaman pribadi. Istrinya sakit keras.

Dokter angkat tangan. Livernya rusak parah.Tubuhnya kurus hingga tinggal kulit dan tulang saja.

Yang “gemuk” hanya perutnya. Tenaga tinggal sisa sisa. Sehari hari di atas ranjang menunggu sesuatu yang tidak jelas.

Dokter memperkirakan tinggal hitungan hari. Dengan tenaga yang tersisa istrinya dibawa pulang dari rumah sakit.

Dua bulan tidak pernah berhenti disetelkan dan diperdengarkan bacaan qur an selain suaminya juga terus dzikir, ngaji dan berdoa.

Saya berdoa dengan bahasa penuh keterbatasan, katanya. Allah… kalau Engkau kasihan pada saya tolong sembuhkan istri saya. Dia punya anak dua masih kecil kecil.

Tetapi kalau Engkau tidak kasihan pada saya dan akan mencabut nyawa istri saya silahkan saya pasrah daripada istri berlama lama sakit.

Doa itu sering diucapkan dengan hati mantap. Doa tadi bukan mengancam Allah tapi hanya itulah yg bisa disampaikan ďengan bahasa terbatas.

Allahu akbar…..
Suatu hari. Istri saya menurut pengakuannya bermimpi dikejar binatang. Dengan tenaga yang ada dia melawan sampai akhirnya melakukan gerak reflek dia duduk

Tentu mengagetkan. Istrinya yang selama ini sangat lemah tiba tiba bisa duduk. Lebih mengagetkan lagi istri saya minta makan nasi rawon. Padahal selama ini selalu muntah kalau kemasukan makanan.

Alhamdulillah istri saya sembuh. Terima kasih ya Allah. Engkau mengabulkan doa saya, kenangnya.

Catatan: Ustadz Suharyo AP

*) Diceritkan kpd penulis usai shalat Jumat nunggu hujan reda.

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.