Selamat Datang di Lubang Terdalam di Bumi

MEPNews.id – Ada pepatah, “Kuman di seberang lautan, tampak. Gajah di pelupuk mata, tak tampak.” Ini juga berlaku dalam sains. Manusia bisa mencapai Bulan, Mars, dan hendak memburu tempat-tempat lebih jauh di atas Bumi. Bahkan, ingin membuat koloni di angkasa luar. Namun, manusia susah bisa melihat apa yang ada di bawah kaki kita sendiri. Pemahaman tentang perut Bumi juga kebanyakan masih dalam taraf teori.

kola 5

Jalan berkabut di Semenanjung Kola. Image: courtesy of Instagram@in4togram

Mau bukti? ScienceAlert! edisi 21 Maret 2018 menurunkan kembali laporan tentang lubang terdalam yang pernah dibuat manusia. Jauh di Rusia bagian barat, di perbatasan dengan Finlandia dekat kutub utara, tepatnya di Distrik Pechengsky di Semenanjung Kola, ada rongsokan besi tua dan tembok beton yang nyaris hancur. Tampak tidak begitu menarik.

Tapi, jika mau mengorek di antara puing-puing itu, Anda bisa menemukan cakram logam besar yang melesak ke dalam tanah. Ini bukan sembarang cakram tua. Itu adalah tutup yang dilas rapat dari lubang bor dengan kedalaman lebih dari 12.376 meter ke arah pusat Bumi.

Hah, dalamnya 12 kilometer? Seberapa dalam, itu? Boleh dikata, itu lebih dalam daripada titik

Tempat penelitian yang kini kurang terurus. Image: courtesy of Instagram@fridaymilk

Tempat penelitian yang kini kurang terurus. Image: courtesy of Instagram@fridaymilk

terdalam di lautan. Itu juga lubang terdalam yang pernah dibuat manusia di permukaan Bumi.

Kola Superdeep Borehole (Кольская сверхглубокая скважина, Kolskaya sverkhglubokaya skvazhina) dibor sama sekali tidak ada hubungannya dengan pertambangan minyak! Pemboran dilakukan semata-mata untuk tujuan sains luar biasa kala itu. Ketika mulai melubangi pada 1970-an, para ilmuwan Uni Soviet kala itu ingin mengetahui lebih lanjut tentang ada apa di bawah kerak Bumi.

“Karena, kenyataannya, kita tahu lebih sedikit tentang apa yang ada di bawah kaki kita daripada apa yang ada di Tata Surya,” jelas Hank Green dalam episode SciShow 2014.

Penggalian dimulai 24 Mei 1970 menggunakan bor Uralmash-4E, dan kemudian rangkaian

Cakram logam penutup galian terdalam. Image: courtesy of Instagram@inamossin

Cakram logam penutup galian terdalam. Image: courtesy of Instagram@inamossin

Uralmash-15000. Galian dibor dengan bercabang dari lubang tengah dengan bor berdiameter 23 sentmeter. Titik SG-3 sedalam 12.262 meter dicapai pada 1989.

Selama 24 tahun, para ilmuwan mengebor. Meski lubang tidak sampai sedalam yang mereka harapkan, pada 1994 penggalian dihentikan. Penggalian ini memegang rekor terdalam sampai sekarang. Teknologi pengeboran yang dikembangkan untuk mencapai itu tentu luar biasa.

Tapi, apa yang bisa dipelajari dari semua kerja keras ini?

Seperti yang diungkapkan Hank, “Kita bisa belajar banyak sekali!”

Lubang berdiameter 23 sentimeter namun sedalam 12 kilometer itu dilihat dari atas. Image: courtesy of Instagram@mundybrown

Lubang berdiameter 23 sentimeter namun sedalam 12 kilometer itu dilihat dari atas.
Image: courtesy of Instagram@mundybrown

Pertama, fakta bahwa ada air di titik 12 kilometer kerak Bumi, mungkin tidak akan pernah dipikirkan para ilmuwan jika mereka tidak melihat dengan mata kepala sendiri. Di kedalaman 7 kilometer, mereka menemukan fosil mikroskopis dari 24 spesies organisme sel satu yang lama mati.

Mereka juga mendapat akses ke batuan luar biasa berusia 2,7 miliar tahun, yang menjadi tantangan tidak terpecahkan para ilmuwan. Mengapa? Karena suhu mereka sekitar 180 derajat Celcius –sekitar 80 derajad di atas yang diprediksi para ilmuwan.

Akankah kita mencari cara untuk turun lebih dalam lagi? Yahh, 1994 memang sudah lama sekali. Tapi, jangan pernah bilang tidak akan pernah.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.