Terapi Musik Bantu Penyembuhan Tentara Luka

MEPNews.id – Makalah baru yang diterbitkan di Music Therapy Perspectives menyerukan pentingnya terapi musik dalam perawatan kesehatan militer. Ada peningkatan praktik terapi musik untuk membantu mengobati cedera terkait tempur dalam beberapa tahun terakhir ini. Dengan pertumbuhan penggunaan terapi ini, para peneliti yakin praktisi harusnya mempublikasikan lebih banyak evaluasi program dan data hasil pasien.

Menurut rilis berita Oxford University Press yang dipublikasikan AurekAlert! edisi 20 Maret 2018, sistem kesehatan militer mendapat tantangan signifikan menyusul konflik berdarah baru-baru ini. Makalah ini menguraikan model program di dua fasilitas, National Intrepid Center of Excellence di Pusat Kesehatan Militer Nasional Walter Reed dan Intrepid Spirit Centre di Fort Belvoir.

Dengan kemajuan dalam pengobatan dan teknologi militer, tingkat bertahan hidup memang menjadi lebih tinggi. Namun, lebih banyak tentara yang meninggalkan medan tempur dengan cedera psikologis, termasuk cedera otak traumatis dan gangguan stres pasca trauma. Cedera semacam itu menimbulkan kesulitan pengobatan.

Selain gejala yang tumpang tindih akibat berbagai kondisi kesehatan, juga ada faktor stigma perawatan dalam budaya militer, dan pilihan pengobatan yang tersedia dalam sistem perawatan kesehatan militer. Maka, mengintegrasikan terapi seni kreatif dalam pengobatan militer diperlukan; banyak pasien mendapat manfaat dari program perawatan individual.

Untuk mengatasi berbagai masalah dan memastikan perawatan konsisten dan berkualitas tinggi, para peneliti di Oxford percaya para terapis musik dan pusat pengobatan militer perlu untuk berbagi evaluasi dan keberhasilan program. Mereka diminta menerbitkan lebih banyak evaluasi program dan data hasil pasien untuk memvalidasi lebih lanjut model program, memperluas implementasi, dan memberikan bukti penelitian.

Sejumlah penelitian menunjukkan, terapi seni kreatif bisa meningkatkan hasil kesembuhan pada pasien. Cedera ledakan sering mengakibatkan kerusakan pada materi putih di otak dan jaringan ikat. Trauma psikologis mengakibatkan gangguan stres pasca-trauma sehingga mengganggu proses di beberapa wilayah otak. Masalah-masalah semacam ini meningkatkan beberapa sistem sekaligus menonaktifkan yang lain. Meski demikian, musik memiliki efek kuat pada beberapa jaringan syaraf tiruan dan dapat membantu membangun kembali hubungan antara berbagai bagian di otak. Sejumlah studi juga menunjukkan otak melepaskan dopamin saat pasien mendengarkan musik. Ini meningkatkan motivasi, pembelajaran, dan perilaku lebih positif. Dengan demikian, mendengarkan musik dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan membangun kembali koneksi saraf yang rusak.

“Terapi musik adalah metode pengobatan yang dinamis untuk tentara dengan luka tak terlihat dari medan perang,” kata Hannah Bronson, ahli terpi musik, salah satu penulis makalah itu. “Maka, membangun kesadaran akan manfaatnya terhadap populasi ini dapat memperluas kekuatan musik dan sifat penyembuhannya bagi lebih banyak tentara dan keluarga mereka.”

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.