Strategi Pengasuhan Tepat untuk Perilaku Anak

MEPNews.id – Kebanyakan program pengasuhan bertujuan mengajari orang tua cara mengurangi perilaku mengganggu dari anak-anak mereka. Namun, penelitian terbaru yang mengkaji lebih dari 150 studi tentang program ini, menemukan perbedaan dalam apa yang paling sesuai menurut kondisi anak-anak sudah menunjukkan masalah perilaku atau belum.

Penelitian terakhir ini dilakukan para periset di University of Amsterdam dan Utrecht University di Belanda, serta Cardiff University di Wales  dan University of Oxford di Inggris Raya. Laporannya muncul dalam jurnal Child Development yang dikelola Society for Research in Child Development.

“Kami menemukan, ketika beberapa perilaku sangat mengganggu telah muncul pada anak-anak, kombinasi dari mengajari orang tua tentang bagaimana mengelola perilaku itu bersama strategi membangun hubungan baik ternyata lebih efektif daripada hanya mengajari orang tua bagaimana mengelola perilaku,” jelas Patty Leijten, asisten profesor tentang perkembangan anak di Universitas Amsterdam, yang memimpin penelitian, dikutip EurekAlert! edisi 20 Maret 2018. “Namun, ketika perilaku anak itu belum muncul sebagai masalah, mengajari orang tua tentang kedua strategi itu tidak lebih bermanfaat daripada mengajarkan strategi manajemen perilaku saja.”

Perilaku yang sangat mengganggu ini didefinisikan sebagai perilaku yang tidak kooperatif dan bermusuhan secara terbuka. Wujudnya antara lain anak sering marah, suka berdebat berlebihan dengan orang dewasa, dan sengaja berusaha mengganggu anak atau orang lain.

Strategi manajemen perilaku mencakup pemberian pujian untuk meningkatkan perilaku positif dan pemberian konsekuensi negatif untuk mengurangi perilaku yang sangat mengganggu. Strategi membangun hubungan baik antara lain mendorong orang tua untuk peka terhadap kebutuhan anak-anak.

Para peneliti mengkaji 156 studi tentang efektivitas program pengasuhan untuk mengurangi perilaku mengganggu pada anak-anak usia 2 – 10 tahun. Studi itu melibatkan lebih dari 15.000 keluarga dari berbagai latar belakang sosial ekonomi di 20 negara. Karena program bervariasi dengan apakah hanya mengajari orang tua tentang strategi manajemen perilaku atau strategi membangun hubungan dan strategi manajemen perilaku, maka studi ini dapat membandingkan keefektifan pendekatan yang sangat umum digunakan ini.

“Pembuat kebijakan dan penyedia layanan harus menyadari bahwa keluarga yang berbeda mungkin memerlukan strategi yang berbeda untuk mengurangi perilaku mengganggu pada anak-anak. Program yang dirancang untuk mencegah perilaku yang parah dan program untuk menangani perilaku itu mungkin memerlukan pendekatan berbeda,” kata G.J. Melendez-Torres, dosen senior ilmu sosial dan kesehatan di University of Cardiff, yang juga penulis laporan penelitian.

“Menambahkan strategi  membangun hubungan baik pada manajemen perilaku dapat bermanfaat pada anak-anak yang belum berkembang ke perilaku mengganggu. Mendorong komunikasi yang lebih baik secara keseluruhan antara orang tua dan anak-anak memang baik. Namun, untuk anak-anak yang telah berperilaku mengganggu terlanjur parah, menambahkan strategi membangun hubungan baik pada manajemen perilaku adalah kunci untuk mengurangi masalah ini.”

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.