Operasi Ikat Lambung Redakan Sakit Lutut

MEPNews.id – Laporan penelitian baru menemukan, orang-orang yang sangat gemuk tapi telah dipasangi lap-band di bagian atas lambung untuk membatasi asupan makanan, ternyata mendapat manfaat ganda. Selain menurunkan berat badan, efek operasi itu juga mengurangi nyeri lutut rematik. Demikian rilis yang dikeluarkan EurekAlert! edisi 20 Maret 2018.

lututRasa sakit itu, kata tim studi di NYU School of Medicine, berawal dari peradangan pada persendian lutut yang disebabkan berat badan ekstra. Operasi lap-band membantu mengurangi rasa sakit pada semua pasien yang juga menderita osteoarthritic lutut. Yang menarik, peneliti menemukan efeknya sangat membantu pasien yang usianya termuda dan yang mengalami penurunan berat terbanyak.

“Studi kami menunjukkan, orang-orang sangat gemuk yang ingin meringankan rasa sakit di lutut harus mempertimbangkan operasi lap-band lebih dini. Manfaat operasi ini, walau penting untuk semua umur, ternyata menurun seiring bertambahnya usia,” kata peneliti senior dan ahli rheumatologi, Jonathan Samuels, MD.

Profesor di Fakultas Kedokteran di NYU School of Medicine itu menjelaskan, sangat mungkin sendi lutut dan tulang rawan sangat rusak sehingga hanya ada sedikit bantalan tersisa untuk menahan berat badan. Terkait ini, tim peneliti menemukan orang-orang berusia 40-an melaporkan penurunan rasa sakit setelah lap-band hampir dua kali lebih banyak dibanding mereka yang menjalani operasi saat usia 50-an.

Lebih dari 130.000 orang Amerika telah menjalani prosedur operasi ini sejak 2011. Meskipun relatif aman, komplikasi yang terjadi dari operasi ini antara lain mual, sakit maag, dan infeksi. Menurut peneliti, temuan mereka penting karena satu dari tiga orang dewasa Amerika kelebihan berat badan. Jumlah orang Amerika yang kena osteoarthritic meningkat lebih dari dua kali lipat sejak Perang Dunia II.

Diterbitkan online di jurnal Seminars in Arthritis and Rheumatism edisi Februari 2018, penelitian baru ini bertujuan mengetahui mengapa beberapa orang sangat gemuk mengalami lebih banyak reda nyeri lutut setelah operasi lap-band daripada yang lainnya.

Survey didasarkan pada pengalaman 120 pasien di NYU Langone Health yang menjalani operasi lap-band antara 2002 – 2015. Para relawan ini memiliki indeks massa tubuh (BMI) rata-rata 40. Yang disurvei adalah apa yang mereka ingat tentang nyeri lutut sesaat sebelum operasi, setahun setelah operasi, dan 14 tahun kemudian. Rasa nyeri dinilai dalam skala dari 1 – 10.

Menurut hasil survei, pria dan wanita di usia 40-an mengalami pengurangan 50 % – 60 % nyeri lutut pascaoperasi setelah satu tahun; yang berusia 50-an mengalami pengurangan rasa sakit 30 % – 40 % satu tahun kemudian; dan yang berusia 60-an mengalami pengurangan 20 % – 30 %. Penanganan nyeri berlanjut selama satu dekade terhadap semua pasien yang dipantau.

Hasil survey juga menunjukkan BMI saat operasi tidak mempengaruhi penurunan rasa sakit lutut. Orang-orang dengan BMI di atas 40 melaporkan penurunan nyeri lutut sama seperti orang dengan BMI di bawah 40 jika mereka sama-sama mengalami penurunan proporsional total berat badan.

Peserta studi yang kehilangan berat badan terbanyak mengalami penurunan nyeri lutut tertajam. Yang mengalami penurunan 13 poin skala BMI ternyata mengalami pengurangan separuh skor rasa sakit bila dibandingkan dengan yang hanya menurun delapan atau lebih sedikit poin BMI.

Para peneliti mengakui, survei yang mengumpulkan data berdasarkan laporan sendiri berkemungkinan bias sampai batas tertentu. Namun, konsistensi temuan mereka dari waktu ke waktu menambah kredibilitas.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.