Menjadi Penerjemah Bahasa Arab Dan Inggris Di Masturoh

Oleh Masruri Abd Muhit

MEPNews.id —-Alumni putri pesantren kita, pon pes Darul Istiqomah Bondowoso ini, putri seorang kyai pesantren salaf di salah satu desa di kecamatan sebelah timur selatan kota Jember yg beliau alumni pesantren salaf tua terkenal di kecamatan selatan Jember (baca Tempurejo).

Dia masuk pesantren kita setamat sltp, mengambil klas intensif, program 4 tahun. Semula sebenarnya dia ingin melanjutkan pendidikannya ke makhad yg dikenal sebagai makhad kampung bahasa Arab dan dakwah di Pasuruan, namun orang tuanya yg kyai, dengan beberapa pertimbangan setelah diberitahu teman beliau tentang bahasa Arab di pesantren kita, dia dimasukkan ke pesantren kita.

Satu hal yg menarik, sebelum masuk pesantren kita, dia atas didikan orang tuanya menjadi da’i kecil terkenal di daerah Jember selatan yg jam terbangnya cukup tinggi.

Ketika di pondok, saya sering mengajaknya untuk menyampaikan ceramah bersama saya, sehingga kemudian banyak masyarakat yg tertarik untuk mengundangnya ceramah setelah itu meski dan selama masih di pondok, dan saya pun membolehkannya, tetapi dengan seizin orang tuanya, artinya yg mengundang harus melalui orang tuanya dulu baru izin ke pondok.

Kemampuannya membaca kitab kuning dan bahasa Arab sejak dari sebelum ke pondok, semakin terasah dan semakin baik, ditambah dengan pengetahuan lain dan bahasa Inggrisnya selama di pondok menjadikannya semakin piyawai dalam berceramah dengan materi dakwah yg semakin berwarna dan dalam.

Prestasinya, baik akademik atau yg lainnya, selama di pondok cukup baik. Setelah menyelesaikan pendidikannya di TMaI (tingkat sltp dan slta) Darul Istiqomah dan pengabdian satu tahun, dia membantu di pesantren orang tuanya.

Pada saat itulah orang tuanya tertarik pada gerakan dakwah keliling dari kampung ke kampung, bahkan dari daerah ke daerah, dari provensi ke provensi, bahkan dari negara ke negara, dan sangat aktif di dalam gerakan dakwah itu sampai ke manca negara.

Untuk itulah kemudian dia dinikahkan oleh orang tuanya dengan seorang pemuda yg juga aktivis gerakan dakwah itu yg juga alumni sebuah pesantren.

Setelah menikah, dia juga aktif bersama suami dan orang tuanya dalam gerakan dakwah itu, khususnya pada masturah, untuk menyebut istilah majlis taklim khusus putri pada gerakan dakwah itu.

Bahkan kemudian, dia mendapatkan tugas tambahan menjadi penerjemah dari bahasa Arab atau bahasa Inggris, bila ada mereka yg datang mengisi pada masturoh masturoh itu dari luar negri yg hanya bisa berbahasa Arab atau berbahasa Inggris saja, ke dalam bahasa Madura atau Jawa atau Indonesia.

Karena kepiawaiannya dalam bahasa itu, dia sering diajak keliling ke banyak tempat dan daerah di nusantara ini untuk tugas itu.

Semoga bermanfaat dan berkah.

Daris, 2 Rojab 1439

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.