ITB dan MAU Kembangkan Rotan dan Bambu

MEPNews.id– Sebagai penghasil bambu terbesar ketiga setelah Cina dan India, Indonesia memiliki potensi besar memanfaatkan bambu menjadi material masa depan. Untuk rotan, Indonesia pengekspor terbesar dengan menyuplai 80% kebutuhan dunia tiap tahunnya.

Maka, Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Program Studi (Prodi) Desain Produk dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) mengadakan kolaborasi dengan Musashino Art University (MAU) Jepang dalam upaya pengembangan material bambu dan rotan.

itb 2Menurut situs resmi itb.ac.id edisi 19 Maret, kolaborasi ini sudah diadakan sembilan kali sejak 2007. Acara utama kolaborasi tahun ini berbentuk workshop yang digelar 1-9 Maret 2018. Hasil karya kegiatan dipamerkan pada 12-14 Maret 2018 di Indonesia Design Development Center (IDDC), Jakarta.

Tujuan utama kolaborasi ini mencari potensi pengembangan bambu dan rotan untuk dijadikan bahan utama pembuatan barang sehari-hari. Kevindra, ketua panitia pelaksana acara, mengungkapkan, “Mahasiswa juga dapat mengembangkan dua material ini menjadi produk yang memiliki fungsi praktis.”

Workshop tahun ini berfokus pada kombinasi bambu dan rotan menggunakan material lain, termasuk kaca, mika, aluminium, dan kertas. Kegiatan melibatkan dosen dari Desain Produk ITB dan MUA sebagai pendamping, design adviser, serta supervisor. Kolaborasi ini mengundang pengrajin bambu dari Cirebon sebagai pengeksekusi tahap akhir pengerjaan produk.

itb 3Workshop dimulai dengan pembagian kelompok berisikan mahasiswa S1 tingkat 3 Desain Produk ITB dengan mahasiswa MAU dari latar belakang program studi berbeda-beda. Peserta menyentuh langsung material bambu dan rotan, lalu brainstorming pengembangan produk yang diwujudkan menjadi modul-modul kecil. Ide yang terkumpul dipresentasikan dalam bentuk konsep pengembangan produk dan lembar kerja. Yang dihasilkan antara lain produk interior ruang keluarga; dari lampu, kursi, hingga meja.

Akhirnya, dalam pameran di IDDC Jakarta, masing-masing kelompok melakukan presentasi di depan audiens yang antara lain dari Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) Kementerian Perdagangan Indonesia dan Ketua Program Studi Desain Produk Universitas Pembangunan Jaya.

“Kegiatan kolaborasi seperti ini sangat membuka pikiran bahwa kehidupan tidak hanya berkisar di kampus namun masih ada dan banyak hal lain yang bisa dilihat di luar,” ujar Kevindra. (Rayi Harjani, FSRD ’16)

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.