Pubertas Dini Berrisiko Obesitas bagi Wanita

MEPNews.id – Anak gadis yang mengalami pubertas lebih dini cenderung mengalami kelebihan berat badan saat dewasa. Hasil penelitian baru dari Imperial College of London yang diterbitkan di International Journal of Obesity pada 15 Maret 2018 ini memperkuat bukti hubungan antara masa pubertas dan indeks massa tubuh (BMI) wanita.

Beberapa penelitian sebelumnya mengetahui hubungan antara obesitas dan pubertas; peningkatan berat badan menjadi faktor risiko anak perempuan mengalami puber lebih awal. Namun, temuan ini dipengaruhi faktor situasional, antara lain etnisitas, latar belakang ekonomi, tingkat pendidikan, dan diet. Sulit untuk menentukan apakah pubertas dini atau faktor lainnya sebagai penyebabnya.

Sekarang, penelitian terbaru di London menunjukkan pubertas dini itu sendiri adalah faktor risiko bagi kegemukan. Gadis yang menstruasi lebih awal cenderung memiliki BMI tinggi. Menurut penulis penelitian, temuan mereka membantu melepaskan faktor eksternal yang kompleks dan menambahkan wawasan tentang hubungan kausal yang mendasarinya.

Dr Dipender Gill, peneliti di Wellcome Trust Clinical Fellow di School of Public Health yang jadi penulis utama studi ini, mengatakan, “Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan. Namun,belum diketahui apakah pubertas dini menyebabkan obesitas di masa dewasa, atau sekadar berhubungan. Dalam studi terbaru kami, ada bukti untuk mendukung bahwa ini efek sebab-akibat.”

Untuk memangkas efek dari faktor-faktor perancu, tim Imperial College menggunakan varian genetik sebagai alat untuk melihat efek onset pubertas (dikenal dengan age at menarche atau usia saat haid pertama) yang diukur sebagai usia menstruasi pertama.

Gen-gen di setiap sel tubuh secara acak diwariskan dari orang tua saat sel sperma dan sel telur mereka bercampur. Hasil acak ini menjadi dasar genetik embrio, yang mempengaruhi segala hal dari warna rambut hingga risiko penyakit sepanjang hidup. Tapi, satu ‘huruf’ saja berubah dalam urutan gen DNA, bisa mengubah seluruh keadaan. Dalam hal risiko penyakit, misalnya, varian huruf tunggal ini (disebut, single-nucleotide polymorphisms atau SNPs) dapat menyebabkan peningkatan atau penurunan risiko. Padahal, ada kombinasi varian lebih dari 20.000 gen berkontribusi terhadap risiko genetik kumulatif kita.

Dalam studi terbaru, peneliti menggunakan teknik statistik yang disebut Mendelian Randomization yang menggunakan varian genetik sebagai alat untuk menunjukkan hubungan kausal antara pubertas dini dan peningkatan BMI. Menggunakan data 182.416 wanita, peneliti mengidentifikasi 122 varian genetik yang sangat terkait dengan onset pubertas; data usia menstruasi pertama diperoleh melalui kuesioner.

Tim kemudian mengkaji data dari Biobank Inggris, yang menyimpan informasi biomedis ratusan ribu orang. Mereka menggabungkan data dari pengukuran fisiologis, data urutan genetik, dan jawaban kuesioner. Secara khusus, mereka mencari pengaruh varian genetik yang terkait dengan age at menarche dengan BMI pada kelompok kedua dari 80.465 wanita dari UK Biobank yang juga memiliki pengukuran untuk BMI.

Analisis awal menunjukkan hubungan antara varian genetik dan BMI; wanita yang memiliki varian terkait pubertas dini ternyata BMI meningkat. Para peneliti kemudian menguji kelompok ketiga 70.962 wanita, dan menemukan asosiasi yang sama.

Dr Gill, menjelaskan, “Beberapa varian genetik ini terkait pubertas dini. Beberapa di antaranya kemudian terjadi. Jadi, dengan memanfaatkan ini, kami dapat menyelidiki setiap hubungan antara usia saat menarche dengan BMI di masa dewasa.”

Ditambahkan, “Kami tidak mengatakan itu efek genetik. Namun, dengan menggunakan varian genetik ini sebagai proksi untuk pubertas dini, kami dapat menunjukkan efek pubertas sebelumnya tanpa dampak faktor eksternal yang mungkin membingungkan analisis. Kami melakukan berbagai analisis sensitivitas statistik untuk menguji temuan kami. Dan, hasilnya tetap kuat. Jadi, dalam keterbatasan rancangan penelitian, kami yakin betul akan temuan ini.”

Penelitian sebelumnya dari kelompok tersebut menggunakan teknik yang sama untuk menunjukkan bahwa kadar zat besi rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan jantung. Penelitian juga menunjukkan anak perempuan yang pubertas dini cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu dalam pendidikan.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.