Ketika Ayah Dikagetkan Sikap Anaknya

Catatan Seorang Ayah:

MEPNews.id — Sebagai ayah, saya menegur Rachel, karena foto di instagramnya sangat jelek dan dijelekkan.

“Waduh fotonya kok gitu ? ” tulis saya.

“Bagus itu pa..gak apa-apa” jawabnya.

“Hilang nak cantiknya,” protes saya.

Diluar dugaan saya, dia menjawab dengan argumentasi.

” Hehehe gpp pa, biar orang yg udh ga pernah ktemu gak berekspetasi tinggi heheh..” jawabnya.

Sebuah jawaban sederhana, tetapi cukup menarik. Diam-diam saya mengagumi jawaban itu.

Ditengah banyak gadis zaman now menampilkan foto terbagusnya, bahkan dengan ragam aplikasi foto yang menjadikan foto lebih cantik dan bersih dibanding aslinya, Rachel punya sikap berbeda.

Ia jelek-jelekkan fotonya dengan harapan orang lain, sahabat sesama anak muda menjadi tidak menggapai gadis ini. Dalam bahasanya dia menyebut, biar orang tidak berekspetasi tinggi.

Meski setiap harinya Modis, Rachel dalam sikap hariannya tetap keturunan anak Menturo. Anak desa, egaliter dan jauh dari anak manja.

Ia hoby naik bushway meski jam 23.00 malam, kalau pulang sebagai relawan sebuah acara di Jakarta. Meski dia ambil jurusan hubungan internasional tetapi hoby tetap berkesenian, menjadi tenaga sosial dalam ragam kegiatan nasional dan internasional.

Darah seninya mengalir deras, sayang diikuti kebiasaan lupaan. Beberapa kali HP ketinggalan.

Suatu hari yang menemukan tilpon saya.

“Asssalamualaikum…ini hp anak bapak ketinggalan,” bunyi suara diseberang yang menggunakan hp rachel. Rupanya bapak ini melihat di HP ada nama papa. Ia coba tlp.

“Waalaikumsalam. Ketinggalan dimana bapak ? Biar besok diambil, terima kasih bapak,” jawab saya.

“Di masjid bapak,” jawabnya.

Alhamdulillah ditengah jauh dengan orangtuanya, dibelantara ibukota, rasa bahagia orangtua mendengar kabar dari orang lain, bahwa anaknya adalah aktivis masjid.

Bahkan ia mengaku pada ayahnya banyak kawannya ajak gaul bebas.
“Tapi aku menter…(tahan banting)..gak akan ngaruh ke aku, ” jawabanya.

Sebuah sikap yang tinggal orangtua menjaga dan melindungi dengan doa, biar Allah dan Malaikatnya yang menjaga. (Yusron Aminulloh)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.