Jerman pun Selidiki Plastik Mikro di Sungai

MEPNews.id – Plastik itu bisa membahayakan kesehatan jika terkonsumsi. Sampah plastik mencemari perairan hingga ada di dalam perut ikan. Air dalam kemasan juga tercemar butiran plastik dalam ukuran sangat kecil. Tak pelak jika negeri maju semacam Jerman pun prihatin dengan ancaman pencemaran ini.

Namun, sejauh mana sungai-sungai Jerman terkontaminasi plastik mikro? ScienceDaily edisi 15 Maret 2018 mengabarkan studi oleh tim dari Universitas Bayreuth yang dipimpin Prof. Dr. Christian Laforsch. Studi ini ditugaskan negara bagian Baden-Württemberg, Bavaria, Hesse, Rhine-Westphalia Utara, dan Rhineland-Palatinate.

Antara 2014 hingga 2017, peneliti mengumpulkan dan menganalisis sampel air dari 22 sungai, terutama di daerah tangkapan air di sungai Rhein dan Donau. Hasil penelitian ini memberikan beberapa petunjuk untuk pertama kalinya tentang kondisi di Jerman. Temuan ini juga salah satu kumpulan data terbesar di dunia dari studi standar mengenai penampilan partikel plastik di sungai.

Peneliti menganalisis 52 sampel air dari daerah-daerah di Jerman selatan dan barat yang sangat bervariasi tergantung lanskap, pemukiman, dan kepadatan industri. Mereka menemukan dan menganalisis lebih dari 19.000 benda dalam sampel yang 4.335 diidentifikasi jelas sebagai partikel plastik.

Sekitar 99 persen partikel plastik ini berukuran lebih kecil dari 5 milimeter, dan karenanya tergolong mikro. Partikel kecil dengan diameter 0,02 – 0,3 milimeter (20 – 300 mikrometer) paling umum ditemukan, tepatnya 62 persen dari total partikel plastik.

Yang mencolok adalah konsentrasi plastik mikro lebih tinggi cenderung ditemukan di anak sungai berukuran kecil dan menengah. Tingkat konsentrasi rendah sampai sedang yang diukur ditemukan di Rhein, sungai terbesar yang dikaji.

Mayoritas partikel yang teranalisis terbuat dari polyethylene dan polypropylene; jenis plastik dengan pangsa pasar tertinggi di Eropa. Tampilan yang tidak beraturan dari partikel ini menunjukkan serpihan dari benda plastik yang lebih besar. Serat plastik juga ditemukan di banyak lokasi pengambilan sampel. Bentuk partikel lain seperti sisa foil, manik-manik, atau pelet juga ditemukan tapi tidak banyak.

Alat bantu 'Manta Mini' digunakan untuk mengambil sampel air. Foto: Isabella Schrank.

Alat bantu ‘Manta Mini’ digunakan untuk mengambil sampel air.
Foto: Isabella Schrank.

Mengambil sampel air di dekat permukaan sungai menimbulkan tantangan teknis yang sulit. Untuk alasan ini, kelompok penelitian di Bayreuth membuat pukat khusus ‘Manta Mini’ untuk penyelidikan. Meteran arus terintegrasi mengukur jumlah sampel air, sehingga memungkinkan konsentrasi plastik mikro ditentukan secara tepat.

Partikel yang ditemukan diukur secara tepat dan dianalisis secara kimiawi di laboratorium. Dalam konteks ini, digunakan alat khusus untuk spektroskopi mikro-FTIR. “Keuntungan metode ini adalah partikel terkecil 0,02 milimeter dapat diidentifikasi secara jelas sebagai plastik berdasarkan spektrum infra merah,” jelas Dr. Martin Löder, insinyur lingkungan di Universitas Bayreuth.

Temuan dari studi baru di Jerman ini menunjukkan tingkat yang sama dengan temuan dari perairan yang sebanding di tempat lain di Eropa dan Amerika Utara. Namun, Prof. Laforsch menekankan, dalam banyak hal masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai penyebaran plastik mikro di perairan pedalaman.

“Studi ini memberi kita beberapa wawasan awal yang terrinci mengenai kontaminasi plastik mikro di sungai-sungai di Jerman. Namun, untuk secara tepat memahami asal-usul, akumulasi sementara, dan tujuan akhir dari plastik mikro di badan air ini memerlukan lebih banyak penelitian lagi di masa depan,” kata Prof. Laforsch.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.