Ukuran Otak Bukan Penanda Kecerdasan

MEPNews.id – Dulu, para peneliti meyakini rasio ukuran otak dengat tubuh menunjukkan kecerdasan (IQ). Alasannya, rasio ini menunjukkan bagaimana spesies mencurahkan energi ke dalam tengkorak tempat otak. Ternyata, itu keliru. Memang ada yang rasio tampaknya bisa untuk memprediksi kecerdasan. Tapi, belum ada metrik sempurna untuk mengukur pasti kecerdasan itu.

Di bawah ini, Rachel Feltman di RawStory edisi 15 Maret 2018 memberi catatan tentang rasio antara otak dengan tubuh yang tidak sepenuhnya menggambarkan level kecerdasan masing-masing spesies.

Semut 1: 7

semut copyKarena itu, semut sering dipikirkan sebagai satu kelompok. Dengan hanya 250.000 sel otak per kepala, dibutuhkan satu koloni untuk menyaingi total neuron yang ditemukan pada satu manusia. Seperti kebanyakan makhluk kecil lainnya, kepala semut sangat besar jika dibandingkan dengan tubuh mereka yang kecil. Otak mereka begitu kecil tetapi berfungsi.

Bajing Pohon 1:10

bajingBukan hanya di dunia serangga, metrik ini juga berlaku di mamalia tertentu. Bajing yang hidup di pohon besar memiliki rasio otak : tubuh tertinggi di antara mamalia, meski ukuran tubuhnya seperti tikus. Sepuluh persen berat tubuhnya adalah otak. Tapi, jika hewan pengerat ini disebut lebih cerdas daripada manusia, rasanya itu tidak betul.

Manusia 1:40

manusiaSebagai bagian dari upaya untuk menempatkan kecerdasan manusia di atas, beberapa ilmuwan berpendapat bahwa kita harus membuang urusan rasio otak : tubuh demi mendapatkan ‘kecerdasan ensefal’ atau EQ. Rasio ini mengukur massa otak relatif terhadap rata-rata hewan dari jenis dan ukuran setara. Untuk rasio ini, manusia 7,4 kali lebih besar dari yang diperkirakan.

Lumba-lumba 1:78

lumbaRasio lumba-lumba hidung botol tidak lebih tinggi daripada manusia. Namun, lumba-lumba punya EQ lumayan bagus. Sekitar empat atau lima kali lebih besar daripada rata-rata hewan dari jenis dan ukuran setara. Kecerdasan lumba-lumba mungkin disebabkan sel-sel spindle yakni neuron besar yang diduga memungkinkan perilaku kompleks pada jenis kera besar dan beberapa spesies lainnya.

Anjing: 1: 125

anjingJika dihitung rasio otak : tubuh, anjing piaraan manusia tampak lebih bodoh daripada saudaranya yang liar. Anjing piaraan seukuran serigala memiliki otak yang secara signifikan lebih kecil. Dalam sejarah evolusi, manusia memelihara anjing sejak bayi. Ini membuat anjing piaraan tidak bisa berburu sendiri. Sementara, anjing liar harus memutar otak mencari makan.

Hiu Putih Besar 1: 2.500

hiuSering disebut memiliki otak hanya seukuran kacang, hiu putih besar sebenarnya memiliki organ serupa yang lebih besar dan terdesentralisasi. Organ berfikir itu berbentuk Y dan panjangnya lebih dari setengah meter. Manusia memang memiliki sekitar 62,5 kali lebih banyak massa otak per kilo daging. Tapi, materi abu-abu (semacam neuron) hiu putih itu tampaknya terfokus pada keterampilan tertentu; antara lain mengendus tetesan kecil darah.

Facebook Comments

POST A COMMENT.