15 Maret: Barangsiapa Diberi Petunjuk

Oleh: Moh. Husen

MEPNews.id —-Kita bisa searching di Mbah Google ada kejadian apa sajakah pada tanggal 15 Maret ini. Apakah merupakan hari kelahiran tokoh penting, atau ada peristiwa mendunia yang khalayak belum tahu semisal meninggalnya ilmuwan penemu apa, atau masih belum disepakati bersama bahwa tanggal 15 Maret ini enaknya kita karang saja sebagai hari nasional apa gitu?

Setiap hari pasti ada yang penting dan bersejarah, setidaknya bagi diri sendiri. Ada banyak hal yang perlu diurai dan ditanam. Juga tentunya ada banyak hal pula yang sebaiknya perlu dievaluasi, dikaji serta dimengerti.

Kalau ada teori yang mengatakan bahwa juara itu tidak ada karena yang juara detik ini, jika disuruh tanding lagi adalah belum tentu pasti juara lagi, maka sepertinya kegagalan pun tak ada. Karena yang gagal detik ini, jika bertanding lagi atau mencoba lagi adalah belum tentu pasti gagal.

Senada dengan itu: mayyahdillah fa la mudhil-lalah, wa mayyudhlil fa la hadiyalah. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah maka tak akan pernah ada yang bisa menyesatkan, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tak akan pernah ada yang bisa memberinya petunjuk. Detik ini sesat, detik berikutnya tercerahkan, detik berikutnya jatuh tersesat lagi, detik berikutnya tercerahkan lagi. Detik berikutnya dicintai Allah, detik berikutnya dimurkai Allah, detik berikutnya diampuni dan dicintai Allah kembali. Setelah sedetik menang, sedetik kemudian bisa kalah lagi.

Demikianlah manusia senantiasa berjalan. Terkadang dia teliti dan mampu berhati-hati. Terkadang teledor dan lupa diri. Terkadang marah begitu hebat, kemudian insyaf dan menyesal nggak karu-karuan. Baru saja sedetik ide mengalir lancar, lha kok lantas macet lagi hampir satu minggu. Kalau agak guyon dan sombong sedikit: baru saja undang-undang dibuat dan disahkan, lha kok secepat itu ada yang melanggar. Sedetik muncul, sedetik berikutnya sudah tenggelam. Lantas muncul lagi agak lama, tak terdengar lama pejabat tak masuk penjara. Kemudian jatuh lagi bermuculan dalam berita pejabat digiring disel buih tahanan.

Perubahan dinamika hati dan kualitas diri manusia atau yang lainnya bisa bergeser atau berubah dari detik ke detik, hari ke hari, atau abad ke abad ya bisa jadi. Sehingga yang terpenting itu berusaha karena hasilnya bisa sedetik berikutnya, sehari, dua hari, hingga seabad tiga abad baru terwujud. Atau kalau manusia sudah menyangka tak mungkin tercapai, baru mendadak tercapai dengan rentang waktu yang sangat panjang melewati kematian dan kelahiran sekian milenium. Sehingga sangat logis jika yang ditagih Tuhan ialah usahanya, karena hasilnya terserah Allah, baik melalui perantara manusia atau apapun saja, terserah monggo kersonya Allah.

Mungkin setiap hari para ilmuwan hingga masyarakat yang paling awam senantiasa tak mengenal putus asa untuk selalu melakukan perjuangan perubahan, baik sekedar menelorkan ide hingga langkah konkret nyata. Dan hasil dari penerapan ide plus langkah konkret tersebut bisa berhasil sedetik berikutnya, sejam berikutnya, setahun, seabad, bahkan bisa jadi begitu masuk pintu akhirat, cita-cita perjuangan itu baru bisa tercapai. Apalagi jika yang dicita-citakan itu keadilan dan kemakmuran: tercapainya bisa di Sorga sono, kata dialek Betawi.

Jika barangsiapa mendapat petunjuk, pasti tak ada yang mampu menyesatkan. Kalau jodoh pasti tak kan kemana. Bila detik ini sukses pasti tak bisa gagal. Akan tetapi sedetik berikutnya? Sejam? Setahun? Entahlah. (Banyuwangi, 15 Maret 2018)

Facebook Comments

POST A COMMENT.