Olahraga Ringan tapi Rutin untuk Awet Muda

MEPNews.id – Sekelompok orang lanjut usia yang menjalani menjalani aktivitas fisik teratur, saat dibandingkan dengan sekelompok orang seusia atau yang lebih muda namun tidak berolahraga teratur, hasilnya menunjukkan kelompok pertama bisa menghambat proses penuaan, memiliki lebih banyak kekebalan, massa otot lebih banyak, dan kadar kolesterol lebih terjaga.

Dikabarkan ScienceDaily 8 Maret 2018, periset di University of Birmingham dan King’s College London di Inggris menemukan bahwa tetap aktif menjaga tubuh dapat membuat orang awet muda dan sehat. Hasil ini didapat setelah periset menilai kesehatan manula yang aktif melakukan olahraga sehingga dapat memperlambat penuaan.

Studi ini melibatkan 125 pesepeda amatir berusia 55 sampai 79. dan 41 perempuan. Dari semua peserta, 84 yang pria harus bisa bersepeda 100 km di bawah 6,5 jam, sementara 41 yang wanita harus bisa bersepeda 60 km dalam 5,5 jam. Perokok, peminum berat dan yang memiliki tekanan darah tinggi atau kondisi kesehatan lainnya dikeluarkan dari penelitian ini.

Para peserta penelitian ini menjalani serangkaian tes di laboratorium. Tes mereka dibandingkan dengan sekelompok orang dewasa yang tidak ambil bagian dalam aktivitas fisik reguler. Kelompok pembanding ini terdiri dari 75 manula sehat berusia 57 sampai 80 dan 55 orang dewasa muda sehat berusia 20 sampai 36 tahun.

Studi menunjukkan, kehilangan massa otot dan kekuatan fisik tidak terjadi pada mereka yang berolahraga secara teratur. Para pesepeda juga tidak mengalami peningkatan kadar lemak atau kolesterol tubuh seiring bertambahnya usia. Tingkat testosteron pria berolahraga tetap tinggi, yang menunjukkan mereka mungkin terhindar dari sebagian besar menopause pria.

Yang menarik, penelitian juga mengungkapkan manfaat olahraga melampaui sekadar otot kuat. Ternyata, pengendara sepeda juga memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih muda daripada usianya. Timus, organ yang membuat kekebalan yang disebut sel T, umumnya menyusut sejak usia 20 sehingga menghasilkan lebih sedikit sel T. Dalam penelitian ini, timus para pesepeda masih bisa membuat sel T sebanyak orang muda.

Temuan ini muncul saat statistik menunjukkan kurang dari separuh manusia usia di atas 65 tahun yang melakukan olahraga cukup untuk tetap sehat, dan lebih dari setengah dari mereka menderita setidaknya dua penyakit.

Profesor Janet Lord, Direktur Institut Peradangan dan Penuaan di University of Birmingham, mengatakan, “Hippocrates pada 400 SM mengatakan, olahraga adalah obat terbaik pria. Namun pesan ini hilang seiring berjalannya waktu. Kita sekarang adalah masyarakat yang semakin sering duduk.”

Ia menambahkan, “Yang penting dalam temuan kami adalah menghilangkan asumsi bahwa penuaan secara otomatis membuat kita lebih lemah. Penelitian ini berarti kita sekarang memiliki bukti. Mendorong orang berolahraga teratur sepanjang hidup adalah solusi tepat untuk masalah yang kita hadapi.”

Dr Niharika Arora Duggal, juga dari Universitas Birmingham, mengatakan, “Kami berharap temuan ini mencegah bahaya bahwa kita menerima usia tua dan penyakit adalah bawaan normal. Kami mencegah asumsi bawah usia ketiga manusia adalah sesuatu yang harus dijalani dan tidak dinikmati.”

Profesor Stephen Harridge, Direktur Pusat Ilmu Fisiologis Manusia & Dirgantara di King’s College London, mengatakan, “Temuan ini menekankan fakta bahwa para pesepeda itu tidak berolahraga karena sehat, tetapi mereka sehat karena berolahraga. Tubuh mereka diizinkan untuk menua secara optimal, bebas dari masalah-masalah yang biasanya disebabkan ketidakaktifan. Kalau aktivitas itu dihapus, kesehatan mereka kemungkinan memburuk.”

Norman Lazarus, Profesor Emeritus di King’s College London yang gemar bersepeda dan Dr Ross Pollock pakar studi otot, sepakat, “Sebagian besar kita yang berolahraga memang tidak memiliki kapasitas fisiologis seperti atlet elit.  Namun, berolahraga itu terutama untuk menikmati diri sendiri. Sebenarnya, semua orang dapat ambil bagian dalam latihan yang sesuai kemampuan fisiologis masing-masing. Yang penting, temukan aktivitas fisik yang bisa dinikmati di lingkungan yang sesuai. Anda akan menuai hasilnya di kemudian hari dengan menikmati masa tua yang mandiri dan produktif.”

Temuan penelitian tersebut dirinci dalam dua makalah yang diterbitkan di Aging Cell dan merupakan hasil studi bersama yang terus berlanjut oleh kedua universitas dan yang didanai oleh yayasan BUPA. Para peneliti berharap terus menilai para pesepeda untuk melihat apakah mereka tetap awet muda.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.