Nextar Tanda Sayang Kakak

Oleh Astatik Bestari

MEPanews.id- “Umi, nanti adik mimik susu Milo gih?” Di rumah sakit siang tadi ( 13 Maret 2018) ia berbisik kepada saya. Saya jawab permintaannya ini dengan anggukan kepala. Waktu sudah cukup siang panggilan untuk anak saya dari poli anak belum juga terdengar. Walhasil kami akhirnya benar-benar pulang menjelang sore.Tak sempat lagi mampir ke toko untuk membeli susu permintaan si adik yang sedang sakit ini.

Pulang dari rumah sakit jam 15.00an. Ba’da maghrib saya minta tolong si kakak yang kebetulan sambang pulang ke rumah . Selama dua hari pulang dari pondok ini ia cukup membantu meringankan tambahan kesibukan saya.

“Kak, adik belikan susu Milo!” Permintaan saya kepada si kakak.

“Makanannya apa? Terang bulan, roti ada kejunya…” ia menyebutkan makanan kesukaan adiknya, tandanya ia siap membeli minuman juga makanan untuk adiknya . Yang ditanya menggelengkan kepala dengan mata yang malas terbuka, karena terlalu capek dari rumah sakit atau ngantuk berat atau karena sakitnya, entahlah.

“Milo saja dulu, di kulkas masih ada telur puyuh .” akhirnya saya putuskan begitu, lagi pula ada telur puyuh makanan pokoknya. Ia berlalu meninggalkan kami berdua. Sayup -sayup saya dengar pula ia menawari abinya untuk dibelikan makanan.

” Hmmm, anak ini besar sekali kasih sayangnya “. Untuk kesekian kalinya saya tak pernah menyesal punya dua anak laki-laki yang tak kalah baik dan sayangnya kepada kami orang tuanya jika dibandingkan dengan anak perempuan. Bukankah masih sering di kalangan masyarakat kita membandingkan bahwa anak laki-laki tidak bisa memiliki perhatian sebaik anak perempuan kepada orang tuanya?

Tak seberapa lama, kakak datang membwa hasil belanjanya. Adikpun sudah benar benar bangun tidur.

“Adik mau ta ini?” Si kakak mengeluarkan sekotak benda yang saya tak tahu apakah benda yang ditawarkan itu. Batin sayapun bertanya

“Lho, wong disuruh beli Milo, kok beli itu”

Rupanya si adik kenal dengan benda yang ditawarkan kakaknya itu, hingga ia semangat untuk mengambil benda tersebut walaupun ia masih posisi tidur.

“Apa itu, Kak? ” tanya saya.

“Ini Nextar. Iyakan adik suka?” Iya bangga di depan saya bisa memahami makanan kesukaan adiknya.Lalu ia membantu adiknya membuka kemasan roti coklat bertekstur halus itu. Ia duduk dengan santainya di sebelah adiknya yang masih terbaring lemah. Usai membukakan sebungkus Nextar, ia juga nawari saya roti itu. Saya menggeleng walau rasa lidah ini ingin mencicipi juga. Ia tetap ambil satu dalam kemasan kardus persegi itu.

” Umi tugel ding sama kakak”. ( tugel ding istilah bahasa Jawa dari satu dibagi dua). Hmmm…Sulung saya ini memang membuat saya bangga dan bahagia, ada saja cara agar kami bisa merasakan Nextar bersama. Saya terima potongan roti brownies itu sambil pikiran saya masih bertanya- tanya apakah ia juga sudah membeli susu Milo permintaan adiknya. Saya melihat sekilas isi kresek belanja yang memang belum saya lihat apa saja yang telah ia beli.

IMG-20180313-WA0065

Woooo…saya baru paham, ternyata ia beli susu Milo dan Nextar , saya lihat masih ada sekotak benda di kresek belanjanya setelah Nextar diambil di dalamnya, saya pastikan itu adalah susu Milo.
“Wah, pola pikirmu membuat umi terhibur, Kak”. Sorak bahagia saya di saat hati diliputi kesedihan karena adiknya dan abi mereka sakit.@@@ .

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.