Merajut Bisa Kurangi Depresi dan Kepikunan

MEPNews.id – Merajut bisa menurunkan tekanan darah, mengurangi depresi dan memperlambat timbulnya demensia. Organisasi Knit for Peace melakukan tinjauan literatur mengenai manfaat kesehatan dari merajut, setelah menerima testimoni dari 15.000 sukarelawan tentang hobi yang memperbaiki kehidupan mereka.

Hasil kajian ilmiah mereka menemukan, merajut bisa menenangkan seperti yoga, bisa mengalihkan perhatian dari rasa sakit kronis, meningkatkan kesehatan, menurunkan tekanan darah dan memelihara pikiran agar tetap tajam. Merajut juga mengurangi kesepian dan isolasi, sehingga memungkinkan orang usia lanjut merasa masih berguna bagi masyarakat.

Dikabarkan Sarah Knapton di The Telegraph edisi 11 Maret 2018, Pelayanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris menghabiskan lebih dari £ 2 miliar tiap tahun untuk perawatan tekanan darah, £ 300 juta untuk antidepresan, £ 26 miliar untuk demensia, dan layanan milyaran £ setiap tahun untuk rasa sakit kronis. Jadi, meresepkan rajut bisa menjadi cara murah untuk melawan sejumlah kondisi terkait usia dan menghemat anggaran.

“Banyak penelitian menunjukkan adanya krisis perawatan primer. Maka, sekarang saatnya mengadopsi pendekatan yang lebih imajinatif dan inovatif,” tulis para peneliti. “Sebagai aktivitas terampil dan kreatif, merajut memiliki potensi terapeutik. Ada sejumlah besar penelitian yang menunjukkan merajut memiliki manfaat kesehatan fisik dan mental.”

Knit for Peace didirikan Charities Advisory Trust. Awalnya, ini untuk para janda suku Hutu dan Tutsi yang jadi korban perang saudara di Rwanda. Merajut diproyeksikan untuk menambah penghasilan. Melalui katalog Good Gifts, orang bisa membayar para janda di Rwanda untuk merajut jumper bagi anak yatim. Akhirnya, skema tersebut cepat menyebar ke India, Pakistan, Bangladesh, Nepal dan Afghanistan. Bahkan, para perajut di Inggris juga bertanya apakah dapat menyumbangkan karya untuk pengungsi.

Dame Hilary Blume, pendiri sekaligus direktur Charities Advisory Trust dan Knit for Peace, mengatakan, “Para perajut mendatangi saya menanyakan apakah bisa mengirim pakaian ke Afghanistan. ‘Kita sudah mengirim tentara, jadi mengapa tidak sekalian mengirim baju hangat?’ tanya mereka. Bagi kami, jika seseorang ingin membantu maka kami mencoba memfasilitasi.”

Kajian ilmiah baru itu menemukan, merajut bisa menurunkan detak jantung rata-rata 11 denyut per menit dan menginduksi ‘ketenangan sempurna’. Merajut juga bisa membawa ke keadaan ‘flow‘ seperti yang dialami atlet saat berada ‘in the zone‘ yang menyebabkan penurunan hormon stres dan tekanan darah. Merajut juga membantu mengatasi rasa sakit kronis dengan mematikan sinyal alarm di otak, karena fokusnya diarahkan ke tempat lain. Gerakan berulang saat merajut juga meningkatkan serotonin menenangkan yang dapat mengangkat mood dan mengalahkan rasa sakit.

Penelitian terhadap responden berusia lebih dari 70 oleh Mayo Clinic di Amerika Serikat menemukan, merajut terkait dengan penurunan kemungkinan mengalami gangguan kognitif ringan sehingga juga bisa menurunkan risiko Alzheimer. Proses menciptakan objek juga membangkitkan sentra penghargaan di otak sehingga dapat membantu menurunkan depresi. Banyak mantan perokok menggunakan merajut sebagai cara mengendalikan hasrat meraih rokok karena jari sudah disibukkkan tali dan jarum.

“Kami menemukan sejumlah besar hasil mengejutkan dari berbagai penelitian yang menunjukkan manfaat kesehatan dari merajut. Yang mengherankan adalah betapa sedikitnya yang diketahui dari penelitian ini,” kata Dame Hilary.

“Merajut sering dicemooh atau ditertawakan sebagai barang kuno. Tapi, merajut justru harus dipromosikan karena kualitas potensi manfaat kesehatannya. Merajut dapat mencegah orang-orang sering mengunjungi dokter, dan membantu mereka merasa lebih bahagia, lebih sehat, dan tidak kurang terisolir.”

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.