Semangat pada Masa Sulit

khusnaOleh: Khusnatul Mawaddah

MEPNews.id – Sudah hampir satu minggu saya berkeliling mendengarkan ceramah atau sambutan dari beberapa tokoh. Di antaranya Bupati Bojonegoro, Bupati Tuban, dan tokoh birokrasi Lamongan. Semua punya benang merah yang sama; kiat menghadapi masa sulit.

Saat saya menghadiri acara sosialisasi program Muhammadiyah Boarding Scool, Pengasuh Pondok Al-Amin Ustadz Syamsul Huda mengatakan, jangan biarkan anak-anak manja dengan fasilitas orang tuan. “Jika sudah berniat belajar di pondok, tentunya orang tua harus yakin ananda mampu mengatasi masalahnya sendiri.”

Ada contoh kecil yandisebutkan. Santrinya krasan seolah tidak ingat rumah atau ingat ayah-ibunya, karena uang sakunya masih banyak. Kalau uang sakunya habis, baru ingat semua yang di rumah. “Maka, keyakinan dan kepercayaan orang tua menjadi sangat penting untuk mendorong ananda fokus dengan pembelajaran selama di ma’had,” kata Ustadz Syamsul Huda.

Begitu juga ketika saya menghadiri acara motivasi dari SDM 2 Bojonegoro. Nara sumber, yakni Bapak Bupati Suyoto, memberi arahan serta penekanan pada siswa bahwa menjadi manusia yang baik adalah saat diri kita mempunyai semangat ‘memberi’ dengan banyak cara. “Sebagai siswa, memberi kebahagiaan untuk orang tua dengan cara belajar tak kenal lelah. Manfaatnya, jika sudah berusaha tapi gagal, orang tua akan tetap menghargai usaha anaknya. Jika berhasil, orang tua ikut bahagia.”

Kata Kang Yoto, anak yang kuat harus mampu menjadi diri sendiri, tidak takut gagal, dan selalu memberi persembahan yang terbaik. Saya, yang kebetulan kala itu mendampingi putra saya, ikut terkesan betapa banyak modal kemampuan yang harus dikembangkan. Tidak hanya ilmu, tapi juga ketrampilan komunikasi dengan berbagai kalangan menjadi prioritas pemimpin.

Kang Yoto juga memaparkan, semua yang ada di lingkungan kita bisa menjadi peluang. Contohnya, kita bisa menjual jasa online. “Mau menjahitkan, tinggal klik lokasi penjahit. Mau beli makan tapi malas keluar, tinggal pesen lewat online,” kata Kang Yoto. “Sangat banyak peluang usaha.”

Begitu juga saat saya menghadiri acara Rakor Himpaudi Jatim di Pendopo Krido Manunggal Kabupaten Tuban. Dalam arahannya, Bupati Fathul Huda memberi empat bekal untuk menjadi pengajar yang hebat, yaitu ikhlas, punya ilmu, bersyukur dan istighfar. Dari empat modal ini, orang menjadi mantab menjalani profesi guru.

“Betapa banyak guru yang gagal mengkondisikan siswanya karena mungkin bekalnya kurang. Jadi, teruslah belajar agar mendapatkan kemuliaan. Jangan pernah merasa cukup, karena perubahan dunia semakin cepat. Jika kita tidak mengimbangi dengan belajar, tentu akan tertinggal.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.