Bu Boss, Jangan Berlebihan Make Up Dong!

MEPNews.id – Kalau ingin jadi pemimpin yang berwibawa dan disegani, para wanita hendaknya rela mengurangi penggunaan lipstik, maskara, dan piranti dandan lainnya. Sarah Knapton, di The Telegraph edisi 10 Maret 2018, mengabarkan hasil studi terbaru menunjukkan berlebihan memakai make up bisa membahayakan otoritas mereka.

Penelitian dilakukan tim Abertay University di Dundee, Skotlandia. Peserta penelitian diminta melihat serangkaian gambar wajah wanita yang sama tapi dengan berbagai dandanan. Perangkat lunak komputer memanipulasi make up wanita mulai dari wajah segar tanpa riasan hingga seolah berdandan keluar malam. Dari berbagai riasan itu, para peserta diminta menilai peluang wanita itu untuk memegang otorita jabatan. Mereka menilai, wanita dengan make up berat memiliki keterampilan kepemimpinan lebih rendah daripada yang tidak menggunakan kosmetik.

Dr Christopher Watkins, dari Divisi Psikologi di Abertay, mengatakan mungkin wanita yang mengenakan make up berlebihan terlihat lebih sembrono di tempat kerja. “Penelitian ini menindak-lanjuti penelitian sebelumnya di bidang yang sama. Penelitian sebelumnya menunjukkan, memakai make up bisa meningkatkan penampilan dominan wanita. Orang cenderung respek pada wanita dengan wajah cantik. Namun, penelitian baru justru menunjukkan make up berlebihan tidak meningkatkan manfaat dalam kepemimpinan.”

Temuan ini kontras dengan hasil penelitian Harvard University di Amerika Serikat pada 2016 yang mengindikasikan wanita dengan make-up dianggap lebih kompeten dalam pekerjaan dan lebih mudah naik pangkat. Penampilan ‘profesional’ memberi pertanda bagi kecocokan, sementara penampilan natural lebih menandakan kepercayaan. Namun, penelitian di Harvard juga menunjukkan wanita yang berpenampilan ‘glamor’ dianggap kurang dapat dipercaya. Garis make up berlebihan bisa merusak profesionalisme.

Survei pada 2013 menemukan, lebih dari dua pertiga pengusaha Inggris cenderung tidak mempekerjakan pelamar perempuan jika dia tidak mengenakan make up untuk wawancara kerja. Penelitian pada 2016 oleh University of Chicago di Amerika Serikat menunjukkan wanita datang ke tempat kerja dalam keadaan rapi mendapat uang lebih banyak daripada yang datang dengan penampilan asal-asalan.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Perception ini dilakukan Esther James dan Shauny Jenkins dari Abertay. Mereka menggunakan skala pengukuran yang umum dalam penelitian persepsi wajah. Caranya dengan menghitung kesan pertama yang diungkapkan kelompok peserta penelitian secara keseluruhan untuk menghasilkan keputusan rata-rata.

Untuk penelitian ini, masing-masing peserta mengisi angket persepsi dengan menilai 16 wajah terkait seberapa baik wanita itu memimpin. Hasilnya, baik peserta pria maupun wanita sama-sama menilai wanita lebih negatif sebagai pemimpin jika mengenakan terlalu banyak make up.

Para periset menjelaskan, efek positif make up mungkin terbatas pada peran tertentu dalam organisasi tertentu. Misalnya, dalam industri jasa, make up mungkin penting karena menjadi daya tarik bagi klien. Di lembaga atau bidang lainnya, make up tidak terlalu penting.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.