Antara Jakarta Dan Kairo Catatan Kyai Masruri Abd Muhit

 

MEPNews.id —- Alumni putri pesantren kita, pon pes Darul Istiqomah Bondowoso ini, kelahiran Jember tetapi kemudian menetap dan besar di Bondowoso. Selama mondok dulu termasuk anak yg baik prestasi akademiknya, bahkan saat klas 5 TMaI masih tetap menjadi juara umum pondok.

Ada sesuatu yg menggemaskan dan membuat teman temannya baper padanya, karena dia kelihatannya santai tidak pernah belajar, namun ketika ujian selalu mengungguli teman temannya, kalau yg unggul itu yg rajin belajarnya sih kita terima tapi untuk unggulnya dia ini kita jadi baper, soalnya dianya kelihatan jarang belajar tapi unggul. Itulah ungkapan teman temannya ttg dia suatu ketika.

Setamat dari TMaI (sltp dan slta) Darul Istiqomah, saya minta dia untuk ikut test dan mengurusi kelanjutan studinya, ke Mesir maunya, dengan maksud supaya begitu selesai pengabdian langsung bisa berangkat, namun dia tidak mau, dia memilih untuk melakukan itu semua setelah selesai pengabdian satu tahun, tidak enak sama teman temannya, katanya.

Setelah menyelesaikan pengabdiannya, barulah semua berkas untuk ke Mesir, mulai akte kelahiran, ijazah asli, skkb dari kepolisian, pasport, surat keterangan sehat dll, dan menyerahkan semua itu kepada biro perjalanan milik alumni Al Azhar di Surabaya, guna pendaftaran dan lain lain. Test pendaftaran diadakan di UIN Malang dengan materi bahasa Arab, hafalan Al Qur’an dll. Mudah testnya, katanya, dan memang betul ternyata dia dan temannya dari Darul Istiqomah lulus.

Karena mis kominakasi antara kemenag RI dan kedubes Mesir, pengurusan visa untuk mereka yg lulus dan mau studi ke Mesir menemui hambatan sehingga tidak keluar keluar. Karena visa tidak keluar keluar, dan saya mendengar lipia (lembaga ilmu pengetahuan islam dan arab) Jakarta, cabang dari Univ Islam Imam Muhammad bin Saud Riyadl Saudi Arabiya membuka pendaftaran mahasiswa baru, maka saya memintanya untuk ikut mendaftar dan test. Ternyata dia dinyatakan lulus dan diterima langsung di takmili tidak melalui i’dadi dulu (meloncat dua tahun).

Ada kejadian berkait dengan langsungnya dia masuk takmili tanpa melalui i’dadi (persiapan bahasa selama 4 semester), ada seorang musyrifah/pembimbing saat mengetahui bahwa dia tidak melalui i’dadi meragukan kemampuannya dan bertanya, kamu tidak melalui i’dadi ? Apakah mampu ?.

Keraguan dan pertanyaan musyrifah itu melecut dan mendorongnya untuk lebih giat belajar, seakan dia menjadikan itu tantangan, dan benar akhirnya dia bisa menjawab tantangan itu dengan memperoleh taqdir (nilai) mumtaz.

Kira kira setahun di Jakarta, visa ke Mesirnya keluar, maka dia ragu antara harus ke Mesir meninggalkan kuliah di Jakarta yg sudah mulai dirasakan cocok atau tetap di Jakarta tidak jadi ke Mesir yg dulu menjadi cita citanya. Sebenarnya orang tuanya memberikan kebebasan untuk memilih, namun orang tuanya sedikit cenderung untuk tetap di Jakarta, dan itulah yg kemudian dipilihnya.

Ternyata pilihan itu ada hikmahnya, karena ternyata tidak lama setelah itu terjadi gonjang ganjing politik di Mesir yg menjadikan suasana tidak kondusif, bahkan banyak kemudian mahasiswa yg harus dipulangkan dari Mesir. Kalau seandainya dia jadi pergi ke Mesir tentu orang tuanya akan gelisah memikirkannya.

Satu lagi, saat dia masih di Jakarta, saya mendapat berita dari teman di Jakarta agar Darul Istiqomah mau mengikuti program Jenesys, program pertukaran pemuda dan pelajar ke Jepang yg kali ini khusus untuk mahasiswa, maka saya tunjuklah dia untuk mengikutinya dan mengurus segala sesuatunya. Dan alhamdulillah setelah itu benar benar mengikuti program tersebut pergi ke Jepang bersama mahasiswa dari utusan banyak pesantren dan utusan perguruan perguruan tinggi tersohor di negeri ini semacam UI , UGM, Undip dll.

Setelah menyelesaikan strata satu (LC)nya dia pulang mengabdi mengajar di pesantren kita Darul Istiqomah, sampai sekarang meski sudah menikah, karena suaminya alumni KMi dan Unida Gontor yg tentu mau mengabdi di pesantren kita, karena memang sebenarnya dia anak saya yg tentu saya mengharap anak dan menantu saya ikut mengabdi di pesantren kita.

Semoga bermanfaat dan berkah.

Daris, 20 J Akhirah 1439

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.