Guru “Dikalahkan” CCTV, Kebijakan Anti Trust

MEPNews.id —- Upaya Dinas Pendidikan Jawa Timur memasang CCTV di sekolah sebagai alat mendeteksi perilaku Guru dan siswa dan upaya preventif atas tindakan kekerasan, adalah langkah salah dan naif.

“Ini menunjukkan upaya “mematikan” bangunan kepercayaan yang seharusnya dilakukan di sekolah. Radius of Trust antara guru dan murid harusnya dikembangkan, bukan dibunuh dengan CCTV.” Tegas Yusron Aminulloh, Presedium Forum Pendidikan Jawa Timur (FPJ) Selasa (6/3) disela sela acara dialog di Jl Progo Surabaya.

Lebih jauh Yusron menegaskan, CCTV boleh dipasang untuk keamanan sekolah dari pencuri, orang jahat, tapi tidak untuk “memata-matai” guru dan siswa. Ini menunjukkan kebijakan putus asa dari penentu kebijakan pendidikan.

“Kalau guru sudah tidak dipercaya, murid tidak dipercaya, hubungan antara mereka tidak saling percaya, itu kegagalan pendidikan. Untuk apa sekolah didirikan ?” Tegas Yusron yang seorang Trainer Pendidikan ini.

Maka, Yusron menyebut itu kebijakan putus asa atau jalan pintas. Justru sekolah dituntut untuk membangun saling kepercayaan. Dan sudah pasti sekolah yang kualitas bagus hanya akan gunakan CCTV untuk keamanan sekolah, bukan memantau perilaku guru dan siswa.

” Kalau sekolah tidak mau mendidik guru dan murid saling percaya dan dipercaya, saling hormat menghormati, apa gunanya didirikan sekolah ? Sekolah itu jawaban atas masalah. Ilmu itu jalan keluar bagi problema. Kalau sekolah hanya transfer mata pelajaran, bangsa ini akan melahirkan anak pinter yang menjadi problem bangsa bukan solusi bagi bangsa ke depan,” tambahnya. (Udin)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.