Enaknya Jadi Guru Kelas 2

magetan anitaOleh: Anita Devi Purnama Irianti, S.Pd.SD, guru di SDN Kepolorejo 2 Magetan

MEPNews.id – Aku adalah guru SD. Berinteraksi dengan anak–anak menjadi kegiatanku sehari-hari. Kebetulan aku ditugasi mengajar di kelas rendah, yaitu kelas 2. Siswa yang kuhadapi masih kecil–kecil. Karena berhadapan dengan anak kecil-kecil, aku harus membuat suasana belajar menyenangkan agar mereka tidak bosan.

Pagi–pagi bertemu di kelas, tanpa diminta, anak–anak sering berceloteh menceritakan pengalaman menarik di rumah. Kadang mereka masih bercerita di sela-sela aku menjelaskan materi. Tak pelak, hanya perasaan sabar yang kutanamakan  dalam hati karena menerangkan materi sedikit saja bisa menjadi sangat lama. Sama halnya ketika aku sedang memberi pengumuman; harus pelan–pelan serta berulang kali. Kalau tidak, begitu pasti aku yang akan keteteran sendiri menjawab pertanyaan anak–anak satu persatu.

Di awal tahun ajaran baru, aku selalu berjumpa dengan siswa yang karakternya pastinya berbeda dengan siswa tahun sebelumnya. Di hari pertama masuk kelas, rata–rata semuanya pendiam.Tapi, kalau sudah hari kedua, keluarlah karakternya masing–masing. Ada yang cerewet, pendiam, jail, pemalu, cuek, PD dan lain-lain. Sebagai guru, saya harus bisa memahami sifat semua anak didik dengan baik.

Di kelas rendah, pengajaran tidak selalu fokus. Kadang, materi disampaikan diselingi permainan, bernyanyi, maupun bercerita seakan saya ikut ke dalam dunia mereka. Namun, meski akrab dengan mereka, wibawa harus tetaplah dimiliki guru. Setidaknya, itu agar perkataan atau perintah guru didengar dan dilaksanakan oleh murid.

Murid kelas rendah suka pelajaran olahraga, SBK atau kalau diajak belajar di luar kelas. Wah, semangatnya luar biasa terlihat ceria sekali. Antusias belajarnya langsung meningkat. Aku senang melihat respon mereka. Oleh karena itu, sesekali anak didikku kuajak belajar di luar kelas. Selain agar tidak bosan, juga agar mereka dapat menerima dengan baik tujuan pembelajaran yang ingin kucapai.

Setiap hari, setelah anak–anak pulang sekolah, aku merefleksi kegitan di kelas tadi. Memang kadang terasa capek dan menguras tenaga. Tapi, kalau diingat, tingkah laku anak–anak itu sebenarnya lucu dan  apa adanya. Jadi hilanglah rasa penat dan capekku.

Begitulah aktifitas keseharianku. Ada saja keluguan  murid yang membuatku tertawa. Kadang aku juga khawatir karena anak kecil kadang cekcok dengan temannya saat bermain. Jadi memang saya tidak boleh lengah mengawasi mereka.

Hanya satu tahun aku mendampingi mereka belajar hingga tiba saatnya mereka naik ke kelas selanjutnya. Terimakasih anak didikku semua. Bersama kalian, pekerjaanku terasa menyenangkan. Aku selalu berdoa semoga kalian semua kelak dapat menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa serta dapat meraih cita-cita.

Aamiin.

Facebook Comments

POST A COMMENT.