Fotosintesis Buatan Hasilkan Energi Efisien

MEPNews.id – Para lmuwan mengambil inspirasi dari bagaimana tanaman menghasilkan makanan sendiri. Inspirasi dari daun ini untuk mengembangkan fotosintesis buatan yang bisa membantu menghasilkan energi bersih. Demikian, diulas Allan Adamson di Tech Times edisi 5 Maret 2018.

Panel surya yang populer saat ini memang bisa mengumpulkan dan menyimpan energi sinar matahari. Namun, meski popularitasnya lumayan tinggi, mereka tidak seefisien tanaman asli ketika memanfaatkan sinar matahari dan mengubahnya menjadi power. Penggunaan panel surya juga punya keterbatasan. Contohnya, sinar matahari kadang banyak kadang sedikit atau bahkan tidak ada. Selain itu, panel surya tidak bisa digunakan dalam cahaya rendah. Akibatnya, sulit untuk menyimpan energi dari sel surya tanpa terlalu banyak yang bocor dari waktu ke waktu.

Saat ini, banyak negara mulai beralih ke energi bersih daripada pembangkit listrik tradisional dengan efek pemanasan planet akibat gas rumah kaca dari karbon dioksida. Maka, para ilmuwan bekerja keras menemukan bentuk fotosintesis buatan yang lebih solid dan stabil daripada panel surya dengan efisiensi sebanding dengan tanaman asli.

Nah, dalam studi terbaru yang diterbitkan 5 Maret dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, para peneliti melaporkan teknologi dengan menggunakan katalis khusus yang secara teoritis memungkinkan fotosintesis buatan menjadi lebih stabil.

Dunwei Wang dari Boston College dan rekan-rekannya menggunakan katalis iridium dengan dua pusat logam aktif yang dapat langsung memanen energi matahari dan menyimpannya dalam ikatan kimia. Ini serupa dengan bagaimana fotosintesis bekerja di daun tanaman. Hasil percobaan mereka menunjukkan, katalis ini memiliki struktur sangat baik yang dapat digunakan untuk penelitian masa depan terhadap sintesis energi sinar matahari.

Para periset juga menemukan, katalis ini memiliki aktivitas tinggi terhadap oksidasi air –proses penting dalam fotosintesis alami maupun buatan. Fotosintesis ini melibatkan lebih dari sekedar pengumpulan sinar matahari. Energi surya, air, dan karbon dioksida dibutuhkan untuk menghasilkan bahan bakar untuk perangkat listrik atau untuk penyimpanan listrik.

Sebagian besar fotosintesis buatan menggunakan katalis struktur atom tunggal, yang seringkali tidak tahan untuk proses lama. Sementara, katalis dua atom yang digunakan dalam studi baru ini mampu menahan lebih banyak strain sehingga menghasilkan proses fotosintesis buatan lebih efisien.

“Hasil eksperimen dan perhitungan lebih lanjut mengungkapkan, situs pengikatan berongga tiga lapis pada permukaan berujung-OH dari landasan α-Fe2O3 memberikan stabilitas yang luar biasa terhadap pelepasan atau pengumpulan,” begitu disimpulkan para peneliti. “Katalis yang dihasilkan menunjukkan aktivitas tinggi terhadap fotooksidasi H2O.”

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.