Secara Ilmiah, Menjadi Baik Itu Memang Baik

MEPNews.id – Semua orang menghargai tindakan kebaikan. Tapi mengapa bisa demikian? Orang bisa mengambil satu dari dua posisi ekstrem. Ada yang berpikir kebaikan adalah sesuatu yang tanpa mementingkan diri sendiri tapi kita lakukan karena ketulusan. Ada juga yang percaya itu hanyalah alat yang kita gunakan dengan cerdik untuk meraih kepopuleran dan menuai keuntungan.

Penelitian ilmiah menunjukkan, sebagaimana dikabarkan ScienceAlert 4 Maret 2018, bersikap baik terhadap orang lain itu dapat membuat kita benar-benar bahagia dengan berbagai cara. Memutuskan untuk berbaik hati atau membantu orang lain bisa mengaktifkan area otak yang disebut striatum. Area ini merespons hal-hal yang kita anggap bermanfaat. Emosi perasaan-baik akibat membantu orang lain itu disebut ‘cahaya hangat’. Aktivitas yang kita lihat di striatum adalah dasar biologis dari perasaan itu.

Jo Cutler, kandidat PhD psikologi dari University of Sussex dan Robin Banerjee profesor psikologi perkembangan di University of Sussex di Inggris, mengungkapkan, “Anda tidak perlu memindai otak untuk secara ilmiah melihat kebaikan bisa memiliki manfaat seperti ini. Sejumlah penelitian psikologi menunjukkan hubungan antara berbuat baik dan perasaan nyaman sepanjang hidup dimulai pada usia sangat muda. Bahkan, ada penelitan yang menunjukkan sekadar merenungkan perbuatan baik di masa lalu saja sudah cukup untuk memperbaiki suasana hati para remaja. Penelitian lain juga menunjukkan, membelanjakan uang ekstra untuk orang lain bisa lebih meningkatkan kebahagiaan diri daripada membelanjakannya untuk diri sendiri.”

Tapi mengapa dan bagaimana kebaikan membuat kita bahagia? Ada sejumlah mekanisme berbeda yang terlibat. Betapa hebatnya kebaikan itu dalam membuat kita merasa nyaman, bergantung pada kepribadian kita. Nah, berikut ini lima alasan ilmiah berbuat baik itu baik untuk diri sendiri.

  1. Senyum yang Menular

Perbuatan baik cenderung membuat orang tersenyum. Jika Anda melihat senyum itu ditujukan untuk diri Anda, maka Anda akan mudah mengingatnya.

Teori kunci tentang bagaimana kita memahami orang lain dalam neuroscience menunjukkan, melihat orang lain menunjukkan emosi tertentu bisa secara otomatis mengaktifkan area otak yang sama pada diri Anda seolah-olah mengalami emosi itu untuk diri Anda sendiri.

Anda mungkin pernah berada dalam situasi ikutan tertawa hanya karena orang lain tertawa. Nah, mengapa tidak memicu rantai perasaan baik dengan memberi kejutan menyenangkan bagi orang lain?

  1. Meluruskan yang Keliru

Mekanisme yang sama juga membuat Anda berempati pada orang lain. Saat mereka sedang dalam perasaan negatif, bisa saja Anda ikutan merasa down. Hal ini terutama berlaku untuk teman karib dan keluarga dekat, karena representasi Anda terhadap mereka di otak tumpang tindih dengan representasi Anda terhadap diri Anda sendiri.

Melakukan tindakan baik untuk membuat orang yang bersedih menjadi bahagia baik juga bisa membuat Anda sendiri merasa lebih bahagia. Itu sebagian karena Anda merasakan kelegaan yang sama seperti yang mereka rasakan. Sebagian lagi karena Anda telah meluruskan sesuatu yang keliru.

Efek ini biasanya sangat kuat Anda rasakan untuk orang-orang terdekat. Namun, efek yang sama dapat diterapkan pada urusan kemanusiaan, antara lain pada korban bencana atau masalah kemiskinan. Terlibat dengan aktivitas amal sosial untuk menangani masalah kemanusiaan ini membuka jalan bagi Anda untuk memiliki perasaan positif, yang pada gilirannya meningkatkan mood.

  1. Membuat Koneksi

Bersikap dan berbuat baik membuka berbagai kemungkinan untuk memulai atau mengembangkan hubungan sosial dengan orang lain. Misalnya, membelikan hadiah atau bahkan sekadar mentraktir kopi bisa memperkuat persahabatan. Efeknya, persahabatan itu sendiri terkait dengan suasana hati yang membaik.

Demikian pula, badan-badan amal sosial menawarkan kesempatan pada Anda untuk terhubung dengan orang-orang di sisi lain dunia, untuk memperbaiki kehidupan mereka. Aktivitas kerelawanan juga membuka lingkaran baru untuk berhubungan dengan orang-orang lain, relawan lain, hingga orang-orang yang Anda bantu.

  1. Identitas yang Baik

Boleh dikata semua orang ingin jadi orang baik. Maka, tindakan kebaikan bisa membantu Anda untuk menunjukkan identitas positif itu dan membuat Anda merasa bangga pada diri sendiri tanpa harus menjadi sombong.

Ada penelitian yang menunjukkan, bahkan anak-anak di tahun pertama sekolah menengah bisa menyadari bagaimana bersikap dan berbuat baik dapat membuat mereka merasa lebih baik sebagai orang dan lebih lengkap. Ini yang menyebabkan perasaan bahagia.

Efeknya terasa lebih kuat bila tindakan semacam itu berhubungan dengan aspek kepribadian lainnya, bisa menciptakan perasaan yang lebih terarah. Misalnya, Anda pecinta binatang dan dapat menyelamatkan burung, Anda pecinta seni dan bisa menyumbang ke galeri, Anda pensiunan guru tapi terus menjadi sukarelawan di belajar. Penelitian ilmiah menunjukkan, semakin banyak seseorang mengidentifikasi diri dengan sesuatu yang mereka rela perjuangkan bakal merasa semakin puas dan bahagia.

  1. Kebaikan itu Berbalas

Psikologi kebaikan menunjukkan, salah satu dari beberapa kemungkinan motivasi adalah ‘timbal-balik’ –kebaikan berbalas kebaikan. Ini bisa terjadi secara langsung atau tidak langsung, dari orang yang sama atau dari orang yang sama sekali Anda tidak kenal, saat ini atau saat jauh mendatang.

Seseorang yang ingat Anda pernah bantu lebih cenderung membantu Anda di masa datang. Bisa juga, saat Anda berbuat baik maka oran-orang lain di kelompok jadi ikut baik. Umpan balik ini bisa mengangkat semangat untuk berbuat lebih baik.

Bayangkan, Anda biasa membawa kue ke kantor. Karena kebaikan Anda, orang-orang lain di kantor turut melakukan hal serupa. Awalnya, Anda memberi sejumlah kue pada mereka. Timbal-baliknya, Anda bisa mendapatkan lebih kue dari masing-masing mereka.

Cerita tidak berakhir di sini. Bersikap dan berbuat baik itu dapat meningkatkan suasana hati Anda. Penelitian juga menunjukkan, berada dalam suasana hati yang baik dapat membuat Anda lebih baik. Maka, terus memberi bisa membuat hubungan dua arah yang indah.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.