Mengapa Saya Harus Tidur?

MEPNews.id – Anak-anak zaman now cenderung lebih banyak informasi daripada anak-anak zaman dulu. Rasa keingin-tahuannya tinggi sehingga sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang bagus. Jika diberi jawaban asal-asalan atau kurang masuk akal, anak-anak sering kali tak mau percaya. Maka, orangtua harus sering update informasi agar bisa memberi jawaban benar, bijak, dan memuaskan anak.

Ambil contoh, ada anak kecil yang sukanya main saja sepanjang hari di luar jam sekolah. Saat disuruh tidur, ia malah mengajukan banyak pertanyaan; “Mengapa saya harus tidur?” Kadang orang tua menjawab, “Kalau sudah waktunya tidur ya harus tidur?”

Jawaban itu benar bagi orang tua yang menjawab. Namun, sangat mungkin jawaban itu tidak menambah khasanah pengetahuan anak yang kritis. Ini bisa membuat anak zaman now jadi makin penasaran soal tidur. Nah, Jen Pinkowski menulis untuk Mental Floss edisi 28 Februari 2018 mencoba membantu orang tua memberi jawaban lebih ilmiah agar tidak gelagapan menjawab pertanyaan anak.

“Tidur atau istirahat adalah kebutuhan bagi semua mahluk hidup, termasuk kita. Manusia butuh tidur untuk bisa hidup. Saat tidur, sepertinya kita tidak banyak melakukan apa-apa. Tapi, justru saat tidur ini lah tubuh kita sangat sibuk. Ya, sibuk untuk tumbuh, untuk menyembuhkan diri jika sakit, untuk membersihkan sampah-sampah dan dibuang, untuk memberi waktu pada otak belajar lebih banyak, dan lain-lain. Saat kita tidur, justru otak kita sedang belajar memahami pelajaran, permainan, kata-kata, perasaan, dan pikiran yang kita miliki di siang hari,” jelas Pinkowski.

Kenapa harus tidur malam?

Ada sesuatu di dalam tubuh yang biasa disebut ‘jam sirkadian’. Sesuatu ini bisa memberitahu tubuh kapan waktunya untuk tidur. Meski disebut ‘jam sirkadian’, ini bukan jam nyata seperti jam tangan atau jam dinding. Jam sirkadian itu tidak tampak nyata. Itu adalah sistem yang dikendalikan neuron, atau sel otak, di belakang mata yang bereaksi terhadap cahaya. Sistem neuron ini memberitahu manusia kapan harus bangun di pagi hari dan harus tidur di malam hari. Kalau untuk hewan yang aktif di malam hari, jam sirkadian berlaku sebaliknya.

Jam sirkadian itu sudah terbentuk dalam otak manusia jauh sebelum manusia menciptakan listrik untuk penerangan dan lain-lain. Cahaya yang ditimbulkan lampu, atau komputer, atau telepon seluler, itu bisa mengganggu jam sirkadian. Jadi, jangan main komputer atau telepon di tempat tidur malam hari. Cahaya dari komputer bisa mempengaruhi jam sirkadian seolah-olah merasa masih siang hari. Ini membuat kita tidak mengantuk.

Padahal, kalau tidak tidur sampai malam, kita kehilangan waktu tidur. Ini membuat otak dan tubuh tidak bekerja sepenuhnya pada hari berikutnya. Tubuh jadi lebih capek. Otak jadi lebih sulit mempelajari hal-hal baru, atau mengingat kembali hal-hal yang lama.

Nah, main komputer atau telepon seluler harus diatur agar mata tidak lelah dan tubuh segera tidur.

Mau?

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.