Racun Kalajengking Bisa Sembuhkan Rematik

MEPNews.id – Entah berapa juga orang di dunia ini mengalami gangguan rheumatoid arthritis (semacam rematik). Persendian mereka terasa sakit atau meradang dalam kondisi tertentu. Misalnya, saat bekerja terlalu keras atau saat kedinginan. Orang-orang usia lanjut lebih sering menjadi korbannya.

Kini, sebagaimana dikabarkan ScienceDaily edisi 26 Februari 2018, peneliti dari Baylor College of Medicine di Houston Aerika Serikat, menemukan salah satu dari ratusan komponen racun kalajengking dapat mengurangi tingkat keparahan rheumatoid arthritis dalam uji coba hewan. Studi ini muncul dalam Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics.

rematikRheumatoid arthritis ini penyakit autoimun. Sistem kekebalan tubuh menyerang tubuhnya sendiri, dan dalam kasus ini ini mempengaruhi persendian,” kata Dr. Christine Beeton, profesor fisiologi molekuler dan biofisika, anggota Dan L. Duncan Comprehensive Cancer Center di Baylor.

“Sel-sel yang disebut fibovblast-like synoviocytes (FLS) memainkan peran utama dalam penyakit ini. Ketika tumbuh dan bergerak dari sendi ke sendi, mereka mengeluarkan produk yang merusak sendi. Mereka juga menarik sel-sel kekebalan sehingga menyebabkan peradangan dan nyeri, sendi menjadi membesar dan susah digerakkan.”

Perawatan saat ini membidik sel-sel kekebalan yang terlibat dalam penyakit ini, namun belum ada yang bisa secara spesifik membidik FLS. Maka, Beeton dan rekan-rekannya mempelajari FLS untuk mencari titik terlemahnya sehingga mencegah atau menghentikan FLS merusak sendi.

“Dalam penelitian sebelumnya, kami mengidentifikasi saluran kalium pada FLS pasien reumatik. Kami menemukan saluran tersebut sangat penting bagi pengembangan penyakit ini,” kata Beeton. “Nah, kami ingin menemukan cara untuk memblokir saluran ini agar menghentikan sel-sel FLS merusak persendian.”

Saluran ini bekerja dengan cara membuka gerbang permukaan sel yang memungkinkan ion-ion (atom bermuatan listrik) kalium mengalir masuk dan keluar sel. Aliran ion melalui saluran ini diperlukan bagi sel untuk melakukan banyak fungsi penting mereka.

Kalajengking memiliki racun yang bisa menghalangi kalium dan saluran ion lainnya. Mereka menggunakan racun untuk melumpuhkan dan membunuh mangsa. Beberapa dekade lalu, para ilmuwan menemukan fungsi racun kalajengking ini. Jika ditangani dengan benar, racun juga memiliki aplikasi obat. Menurut Beeton, racun kalajengking bisa memberi perawatan lebih baik untuk rematik.

“Racun kalajengking memiliki ratusan komponen berbeda. Salah satu komponen racun Buthus tamulus (kalajengking merah India) dapat secara khusus memblokir saluran kalium di FLS, dan bukan saluran di sel lain semisal sistem saraf,” kata Dr. Mark Tanner, peneliti di laboratorium Beeton yang juga penulis hasil penelitian ini. “Kami menyelidiki apakah komponen racun yang disebut iberiotoxin ini dapat secara khusus memblokir saluran kalium FLS dan mengurangi tingkat keparahan rematik pada model tikus yang kena penyakit ini.”

Ketika para peneliti merawat tikus rematik ini dengan iberiotoxin, rematiknya berkurang pesat. Dalam beberapa kasus, tikus menunjukkan tanda-tanda pulih dari penyakit, dalam arti memiliki mobilitas sendi lebih baik dan peradangan sendinya sangat berkurang. Selain itu, iberiotoxin tidak menginduksi efek samping semacam tremor dan inkontinensia. Padahal, efek samping ini biasa muncul dengan paxilline obat penghambat saluran ion.

“Sangat menarik untuk mengetahui bahwa iberiotoxin sangat spesifik membidik saluran kalium di FLS, dan tampaknya tidak mempengaruhi saluran jenis sel lain. Ini yang mungkin bisa menjelaskan tiadanya efek tremor dan inkontinensia,” kata Tanner.

Namun, kata Beeton, “Meski hasil ini cukup menjanjikan, masih perlu dilakukan lebih banyak penelitian sebelum kita dapat menggunakan racun kalajengking untuk mengobati rematik. Kami berpikir komponen racun iberiotoxin bisa menjadi dasar untuk mengembangkan pengobatan baru untuk rematik di masa depan.” (*)

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.