Di Korea, Mahasiswa UNAIR Kenalkan Trowulan

MEPNews.id – Suhu akstrim hingga – 10⁰ Celsius di Korea Selatan tidak menyurutkan tekad tiga mahasiswa Universitas Airlangga menimba ilmu. Mereka adalah Nisrinah Arofahtus S. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2014), Samara Rahma Dania (Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2015), dan Eka Dewi Pratiwi (Fakultas Farmasi, 2016).

Ketiganya mengikuti konferensi pariwisata yang diadakan TOSOK (The Tourism Science Society of Korea) di Songdo Convensia, Incheon, 12-13 Februari. Kegiatan TOSOK yang telah berlangsung 83 tahun ini merupakan ajang konferensi yang cukup bergengsi di Korea Selatan.

Bagi mereka, menjadi presentator di ajang internasional tentu memilki kesan tersendiri. Dibutuhkan keberanian lebih untuk menunjukkan gagasan di even yang sebagian besar dihadiri mahasiswa S2, S3, profesor, hingga peneliti yang memiliki minat dan pengetahuan terkait kepariwisataan. Meski demikian, langkah mereka tidak goyah. Sebagai satu-satunya delegasi Indonesia, kondisi itu justru menambah semangat mereka menampilkan yang terbaik.

Judul makalah yang mereka presentasikan adalah Tour of Trowulan History (TROLLS): Historical Education Tour as a Solution to Increase Regional Potential of Trowulan. Meski dari disiplin ilmu yang sangat jauh berbeda dengan tema konferensi, ketiganya tidak menyangka makalah yang mereka kirimkan memiliki kesempatan dipresentasikan di Korea Selatan.

“Awalnya kami hanya mencoba. Sebelum ini, kami sempat punya proyek bertiga di bawah bimbingan Dr. Sri Endah Nurhidayati dosen pariwisata UNAIR. Lalu, saya mencari di internet. Ternyata ada even ini. Saya tawarkan ke teman-teman bagaimana jika paper ini diajukan? Alhamdulillah teman-teman setuju,” ungkap Samara, dikutip situs resmi unair.ac.id edisi 19 Februari 2018. “Masya Allah, kami sangat bersyukur. Kami mendapat kenalan beberapa researcher. Di antaranya Ai Tashiro MSc dari University of Tokyo, Prof. Jungki Michael Min dari Halla University, dan Sung-Hun Choi, PhD dari University of Ulsan.”

Nisrinah, mahasiswa dari Mojokerto, mengatakan potensi dari kawasan Trowulan begitu besar sehingga sayang jika tidak dioptimalkan. “Jika bisa diimplementasikan, maka gagasan ini dapat memberikan multiplier effect yang baik bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat Mojokerto, khususnya Trowulan,” ujar Nisrinah.

Eka Dewi mengatakan, dari konferensi itu mereka mendapat beragam pengalaman, masukan, serta ilmu dan ide-ide dari peserta yang lain. Para panitia memberi kesempatan kepada mereka untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Sambutan hangat diiringi applause panitia dan peserta didapat usai presentasi makalah. Bahkan, seorang peneliti mengatakan, “Good presentation!”

Kata Eka, Dr. Sangmi Jeon panitia acara mengucapkan terimakasih banyak dan sangat mengapresiasi kehadiran dan keberanian ketiganya. “Beliau mengatakan hanya kami yang muslim, sehingga sangat mudah dikenali. Mereka sangat memperhatikan kebutuhan kami, mulai dari makanan halal, waktu salat, dan keramahan yang membuat kami terharu.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.