Berdakwah Dengan Pendekatan Kesehatan Lebih Efektif

Oleh Masruri Abd Muhit

MEPNews.id —- Alumni putra pesantren kita, pon pes Darul Istiqomah Bondowoso ini, berasal dari kecamatan Mumbulsari Jember, kecamatan sebelah selatan agak timur kota Jember, bukan di kota kecamatannya, tapi di desanya, hanya saya lupa nama desanya, tetapi penampilan dan bodinya orang yg tidak kenal tidak akan menyangka dia dari desa, perawakannya tinggi, hidungnya kayak punya orang Arab, ganteng, meskipun agak hitam, sawo mateng manislah, orangnya taat dan tawadu’ kalau sama ustadz atau kyai, khas keturunan etnis Madura… Hehe.

Dia masuk pesantren kita setelah tamat madrasah Tsanawiyyah sehingga diterima di klas I Intensif (program 4 th). Sebenarnya selama belajar di pondok terhitung baik prestasinya, meskipun tidak sampai mumtaz taqdir (peringkat)nya, hanya sayang saat mengikuti Unas Aliyahnya tidak lulus, saya tidak tahu kenapa, yg jelas waktu itu memang banyak anak yg sebenarnya pintar tapi justru tidak lulus, sehingga untuk ijazah menengah atasnya mengikuti paket C.

Setamat dari pondok dan pengabdian satu tahun, dia semula ingin melanjutkan studinya ke Mesir, namun neneknya merasa berat ditinggal jauh, sehingga kemudian mengikuti saran saudaranya untuk meneruskan studinya di satu AKPER suwasta milik pesantren terkenal di Jombang.

Kemampuan dan pengalamannya yg didapat dari pondok, menjadikannya ditunjuk untuk memimpin dan mengasuh serta mengajari ngaji dan agama kepada teman temannya sesama mahasiswa di AKBID itu, termasuk bahasa inggris, sehingga dia mendapatkan keistimewaan berupa digratiskannya iuran asrama, termasuk mendapat julukan sebagai master bahasa.

Begitu juga pengalaman dan kecakapan serta keterampilan berorganesasi yg didapat dari pondoknya dulu menghantarkannya terpilih sebagai Mr language dan ketua badan eksekutif mahasiswa di kampusnya.

Dia menyelesaikan pendidikan strata satu keperawatannya tepat waktu dan dengan indek ptestasi yg baik, bahkan saat mengikuti pelatihan praktek medis di rumah sakit DR Sutomo, dia mendapatkan nilai ekselelent.

Ada sesuatu yg masih saya ingat selalu darinya, suatu ketika dia datang kepada saya saat dia masih beberapa semester menjadi mahasiswa akper, dia datang dengan ketawadlu’an dan kesopanannya. Dalam bincang bincang cerita macam macam kegiatan dan aktifitasnya selama menjadi mahasiswa akper itu, salah satunya dia mengatakan sebagai bentuk unjuk perasaannya bahwa dia tidak salah ketika tidak jadi ke Mesir dan berbelok ke akper, dia mengatakan dengan sedikit bangga bahwa ternyata berdakwah dengan pendekatan kesehatan itu lebih efektif.

Saya setuju dengan apa yg dikatakannya, namun dakwah atau sentuhan dari mereka yg benar benar mendalami agama, mutafaqqih fiddin, sangat perlu dan sangat urgent terutama sebagai rujukan, tempat kembalinya masyarakat dan para pelaku dakwah dari kalangan professional atau yg lain.

Untuk itu saya menyarankannya meski mendalami ilmu keperawatan, agar tetap mendalami dan memperluas wawasan ilmu keagamaanya.

Yg saya dengar saat ini, dia bekerja di salah satu rumah sakit terkenal di Jember, sambil terus berdakwah sebisa mungkin.

Semoga berkah memberkahi.

Daris, 30 J Ula 2439

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.