Gen Baru Pelindung dari Gangguan Jantung

Tamer Sallam (kiri) dan Peter Tontonoz peneliti dari UCLA penemu fungsi gen MeXis.

 

MEPNews.id – Para ilmuwan mengidentifikasi gen yang diduga berperan protektif dalam mencegah penyakit jantung. Gen yang baru ditemukan dan dinamai MeXis itu bertindak seperti kunci dalam arteri yang tersumbat untuk membantu mengeluarkan kelebihan kolesterol dari pembuluh darah.

Siaran pers dalam EurekAlert! edisi 14 Februari 2018 mengungkapkan, studi yang dipimpin tim peneliti University of California, Los Angeles (UCLA) di Amerika Serikat pada tikus menemukan MeXis mengendalikan ekspresi protein yang memompa kolesterol keluar dari sel-sel di dinding arteri. Laporan penelitian ini diterbitkan di jurnal Nature Medicine.

MeXis adalah contoh gen ‘selfish’ yang dianggap tidak berfungsi karena tidak menghasilkan produk protein. Namun, penelitian itu menunjukkan gen yang ‘tidak membantu’ ini sebenarnya melakukan fungsi biologis penting dan menghasilkan molekul khusus yang disebut long non-coding RNA (RNA non-kode panjang, atau lncRNA).

“Penelitian ini mengungkapkan, lncRNA penting atas kerjanya dalam sel dalam pengembangan penyakit jantung,” kata Dr. Peter Tontonoz, penulis senior penelitian, dan profesor Patologi dan Kedokteran Laboratorium di David Geffen School of Medicine, UCLA. “Mengingat banyak gen seperti MeXis yang fungsinya sama sekali belum diketahui, penelitian kami menunjukkan bahwa mengeksplorasi lebih jauh bagaimana lncRNA lainnya bekerja akan menghasilkan wawasan menarik mengenai fisiologi dan penyakit.”

Dalam penelitian tersebut, periset menemukan bahwa tikus yang kekurangan MeXis mengalami dua kali lebih banyak penyumbatan pembuluh darah dibandingkan tikus dengan kadar MeXis normal. Selain itu, meningkatkan kadar MeXis membuat sel lebih efektif menghilangkan kolesterol berlebih.

Pada tahap selanjutnya, peneliti akan lebih mengeksplorasi bagaimana MeXis mempengaruhi fungsi sel di dinding arteri dan akan menguji berbagai pendekatan untuk mengubah aktivitas MeXis. Para peneliti tertarik mencari tahu apakah MeXis bisa menjadi sasaran terapi penyakit kardiovaskular.

“Gagasan bahwa lncRNA terlibat langsung dalam penyakit yang sangat umum seperti penumpukan plak di arteri ini menawarkan cara berpikir baru tentang bagaimana mengobati dan mendiagnosis penyakit jantung,” kata Dr. Tamer Sallam, penulis utama studi, yang juga asisten profesor di departemen kedokteran dan co-director UCLA Center for Cholesterol Management. “Mungkin ada alasan bagus mengapa gen yang membuat RNA ini ada. Pertanyaan kunci bagi kami berikutnya adalah bagaimana mereka terlibat dalam kesehatan dan sakit.”

Studi ini didanai hibah dari National Heart, Lung and Blood Institute; the Burroughs Wellcome Fund Career Awards for Medical Scientists; dan UCLA Cardiovascular Discovery Fund (Lauren B. Leichtman and Arthur E. Levine Investigator Award).

Selain Totonoz dan Sallam, studi ini juga melibatkan peneliti Marius Jones, Thomas Gilliland, Kevin Qian, David Casero, Zhengyi Zhang, Jaspreet Sandhu, David Salisbury, Prashant Rajbhandari, Cynthia Hong, Ayaka Ito, Xin Liu, Bence Daniel, Aldons Lusis, Julian Whitelegge dan Stephen Smale, yang semuanya dari UCLA, serta Mete Civelek dari the University of Virginia, Laszlo Nagy dari Sanford Burnham Prebys Medical Discovery Institute, dan Antonio Castrillo dari Instituto de Investigaciones Biomédicas Alberto Sols and Unidad de Biomedicina-Universidad de Las Palmas de Gran Canaria. (*)

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.