Ayo, Naik-Turun Tangga! Banyak Manfaatnya

MEPNews.id – Jika tidak punya waktu atau uang untuk latihan aerobik dan ketahanan, mengapa tidak mencoba naik-turun tangga? Ya, itu ada dasarnya.

Ada studi baru yang menunjukkan naik-turun tangga tidak hanya menurunkan tekanan darah tetapi juga membangun kekuatan tungkai hingga kaki. Manfaatnya lebih besar terutama bagi wanita pasca-menopause dengan defisiensi estrogen yang lebih rentan terhadap masalah pembuluh darah dan otot.

Hasil studi itu dipublikasikan secara online 14 Februari 2018 di jurnal Menopause oleh North American Menopause Society (NAMS) yang pers rilisnya dimuat di EurekAlert!

Banyak orang berpendapat bahwa gerak badan itu baik untuk Anda. Namun, bagi wanita pasca-menopause, mengidentifikasi bentuk gerak badan yang tepat untuk mencapai manfaat yang diinginkan tanpa menimbulkan masalah kesehatan tambahan adalah hal yang lebih rumit.

Olahraga ketahanan dengan intensitas tinggi, misalnya, memang menjadi intervensi efektif untuk mengurangi kehilangan kekuatan otot terkait usia pada wanita pasca-menopause. Namun, itu juga berpotensi meningkatkan tekanan darah pada usia paruh baya dengan pre-hipertensi atau hipertensi. Efek negatif ini bisa diperkecil dengan menggabungkan latihan aerobik dan ketahanan, namun ada hambatan yang menghalangi banyak wanita meraih manfaatnya. Hambatan nyata dan yang dirasakan ini antara lain kekurangan waktu, uang, fasilitas kebugaran, cuaca buruk, rasa malu, dan lain-lain.

Nah, gerak badan naik-turun tangga memberi manfaat latihan aerobik dan ketahanan untuk meningkatkan kebugaran kardiorespirasi dan kekuatan otot tungkai hingga kaki pada wanita pasca-menopause tanpa harus meninggalkan rumah atau mengeluarkan biaya. Ini juga memberi manfaat tambahan berupa mengurangi lemak, membentuk profil lipid yang lebih baik, dan mengurangi risiko osteoporosis.

Sebelum penelitian ini, sudah ada sejumlah penelitian tentang manfaat gerak badan naik-turun tangga. Namun, belum ada evaluasi khusus tentang pengaruhnya terhadap tekanan darah dan kekakuan arteri (penebalan dan pengerasan dinding arteri).

Penelitian ini melibatkan responden wanita Korea pasca-menopause yang gerak badan empat hari seminggu naik 192 anak tangga dalam dua hingga lima kali sehari. Hasil penelitian dilaporkan dalam artikel berjudul “The effects of stair climbing on arterial stiffness, blood pressure, and leg strength in postmenopausal women with stage 2 hypertension.”

Studi tersebut menyimpulkan, gerak badan naik-turun tangga menyebabkan penurunan kekakuan arteri dan tekanan darah, dan peningkatan kekuatan tungkai dan kaki pada wanita pasca-menopause dengan hipertensi stadium 2.

“Studi ini menunjukkan bagaimana intervensi gaya hidup sederhana, antara lain berupa naik-turun tangga, dapat menjadi efektif dalam mencegah atau mengurangi efek negatif dari menopause dan penuaan pada sistem vaskular dan otot tungkai wanita pasca-menopause yang kena hipertensi,” kata Dr. JoAnn Pinkerton, direktur eksekutif NAMS. (*)

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.